Dosen FMIPA Unnes Kembangkan Pengawetan Biotermitisida untuk Perabot Rumahtangga

Pengawetan secara biotermitisida ini pun salah satunya diaplikasikan di KJM (Kalingga Jati Makmur) Galeri, Kebonbatur, Mranggen, Demak

Dosen FMIPA Unnes Kembangkan Pengawetan Biotermitisida untuk Perabot Rumahtangga
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Tim FMIPA Unnes kunjungi KJM (Kalingga Jati Makmur) Galeri, Kebonbatur, Mranggen, Demak, Rabu (11/9/2019). Tim FMIPA Unnes kampanyekan pengawetan biotermitisida kepada para pengrajin kayu di sana. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Perabot rumah tangga berbahan kayu dambaan setiap orang ialah yang awet dan tak dimakan rayap serta hama.

Lewat inovasi dari tim peneliti dosen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang (FMIPA Unnes), furnitur awet pun bisa didapatkan.

Tim FMIPA Unnes yang terdiri dari Dr. Niken Subekti, Dr. Nugrahaningsih WH, Dr. Wiwi Isnaeni, Lutfia Nur Hadi Yanti, Sriyadi, serta tiga mahasiswa di antaranya Putri Indrayanti, Saniaturrohmah, dan Shinta Hedy Cahyaningrum mengembangkan pengawetan biotermitisida atau termitisida yang ramah lingkungan.

Pengawetan secara biotermitisida ini pun salah satunya diaplikasikan di KJM (Kalingga Jati Makmur) Galeri, Kebonbatur, Mranggen, Demak.

Ditemui Tribun Jateng di KJM Galeri, Rabu (11/9/2019), Dr. Niken menuturkan timnya mengkampanyekan pengawetan tersebut kepada sepuluh pengrajin kayu di Demak yang diketuai oleh Ali Mustofa. Pengkampanyean tersebut atas rekomendasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.

"Mereka merupakan pengrajin kayu yang produknya memenuhi kebutuhan lokal Demak, Semarang, hingga Jateng dan luar Jateng," terangnya.

Ia pun menerangkan, termitisida ialah larutan kimiawi yang digunakan untuk mencegah rayap atau hama-hama lain menyerang furnitur kayu. Caranya, melubangi furnitur tersebut dan memasukkan cairan dengan dosis 1-5 liter per meter.

Namun menurutnya penggunaan termitisida terbilang mahal karena ongkos yang dikeluarkan untuk menginjeksi larutan ini rata-rata sebanyak Rp1,8 juta per liter, hanya untuk ukuran kayu 2,5 meter x 1,5 meter x 0,5 meter.

Efek jangka panjang yang ditimbulkan termitisida juga menurutnya buruk bagi kesehatan. Misalnya efek karsenogenik, yakni memunculkan kanker bagi orang yang terpaparnya.

"Untuk membantu pengrajin kayu menekan biaya produksi mereka, kami pun memulai mengembangkan pengawetan Biotermitisida ini," katanya.

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved