Hendi Sebut Revitalisasi Kota Lama Semarang Baru Seperempat

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebut jika revitalisasi Kota Lama belum sepenuhnya selesai.

Hendi Sebut Revitalisasi Kota Lama Semarang Baru Seperempat
ISTIMEWA
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memberikan Presentasi Paparan Lomba Hari Habitat Tingkat Provinsi Jateng tahun 2019. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebut jika revitalisasi Kota Lama belum sepenuhnya selesai.

Ia menyebut revitalisasi Kota Lama baru seperempatnya saja.

Hal tersebut disampaikannya saat memaparkan inovasi Pemerintah Kota Semarang dalam penanggulangan wilayah kumuh, pada Lomba Hari Habitat tingkat Provinsi Jawa Tengah di Hotel Patrajasa Semarang, Rabu (11/09).

“Kawasan sejarah ini kan mestinya ada empat ya, yaitu Kota Lama yang dikenal sekarang dimana merupakan kawasan Little Netherland, lalu ada kawasan Kampung Melayu, Pecinan, dan Arab. Jadi ini baru seperempatnya. Setelah ini kita akan masuk ke wilayah penataan lainnya,” ungkap Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

"Salah satunya yang menjadi perhatian adalah kawasan Kampung Melayu, karena meliputi kawasan Kuningan dan Dadapsari yang masuk dalam kategori wilayah kumuh, mengacu pada SK Wali Kota tahun 2014," lanjut pria yang juga akrab di sapa Hendi itu.

Seperti dalam melakukan revitalisasi kawasan Little Netherland, menurutnya Kampung Melayu yang saat ini kondisinya relatif kumuh mampu juga ditata ulang menjadi daya tarik wisata Kota Semarang.

Pasalnya Kampung Melayu memiliki potensi wisata historis yang kuat, yaitu dengan adanya Masjid Layur yang dibangun tahun 1802, serta Masjid Sholeh Darat.

‘’Masjid Layur salah satu potensi yang saya optimis mampu menarik wisatawan dari luar kota untuk datang ke Kota Semarang,” yakin Hendi.

Adapun Hendi sendiri telah menyiapkan sebuah desain rancangan guna menjadi acuan penataan kembali kawasan Kampung Melayu sebagai bagian dari kawasan sejarah Kota Lama Semarang.

Dalam paparannya, Wali Kota Semarang tersebut berencana melakukan sejumlah pembangunan infrasruktur fisik seperti membangun gerbang kawasan, hingga penambahan ruang terbuka hijau.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved