Korban Air Rob: Rumah Orangtua Kami telah Jadi Lautan dan Motor Pun Sulit Dijual

Sepasang suami istri Suranti dan Mahfud duduk lesehan di teras ketika Tribun Jateng menyambangi rumahnya di Dusun Bedono, Demak

Korban Air Rob: Rumah Orangtua Kami telah Jadi Lautan dan Motor Pun Sulit Dijual
TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA
KALIGAWE - Akibar banjir rob yang menggenangi Jalan Kaligawe Raya, Terboyo Kulon, Genuk, Semarang aktivitas kendaraan mengalami kemacetan panjang baik menuju Demak maupun menuju Kota Semarang, Senin (5/2). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG  -- Sepasang suami istri Suranti dan Mahfud duduk lesehan di teras ketika Tribun Jateng menyambangi rumahnya di Dusun Bedono, Demak, Jumat (6/9).

Sejak lahir keduanya tinggal di dusun tersebut hingga akhirnya menjadi suami istri hidup berumah tangga.

Rumah yang kini didiami berada dekat bibir pantai, sekitar 100 meter.

"Kami berdua asli warga sini. Rumah orangtua saya dulu di sana, tapi sekarang sudah tenggelam menjadi lautan karena abrasi," kata Mahfud menunjuk ke arah utara.

Ia mengaku, bersantai di depan rumah seperti ini tidak bisa dilakukan setiap saat.

Pasalnya terkadang air rob masuk rumah.

Abrasi dan rob di daerahnya sudah menjadi pemandangan sehari-hari warga di bibir pantai.

Keduanya cukup sering mengeluarkan uang untuk biaya meninggikan rumah namun tetap saja air bisa masuk.

Akibat abrasi dan rob, menurut Mahfud, sejak tahun 2017 hingga sekarang sudah 10 KK di daerahnya pindah.

Ada yang pindah di desa sebelah atau mencari lokasi di dataran tinggi.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved