MUI Blora Kecam Provokator Aksi Kerusuhan Papua, Imbau Semua Pihak Saling Menghargai

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blora meminta seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan.

MUI Blora Kecam Provokator Aksi Kerusuhan Papua, Imbau Semua Pihak Saling Menghargai
Dok Polres Blora
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Blora, KH Ali Muhdor 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blora meminta seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan.

Karena itu, pihaknya mengajak setiap warga negara Indonesia untuk sama-sama merekatkan harmoni dan menjauhi potensi-potensi konflik, semisal rasisme.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Blora, KH Ali Muhdor mengungkapkan, sangat prihatin dengan insiden yang terjadi yang menimpa mahsiswa Papua di Surabaya Jawa Timur.

Aksi ini kemudian berbuntut pada aksi demonstrasi yang berujung rusuh di beberapa daerah di Papua dan Papua Barat pada Senin (19/8/2019) lalu.

"Saya atas nama pribadi dan MUI Blora sangat prihatin dengan insiden ini. Mestinya ini tidak perlu terjadi jika masalah diatasi dengan kepala dingin.

Tanpa saling menghina sesama saudara sebangsa. Serta mengutuk terhadap aksi oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab menyebarkan isu SARA terhadap Papua," kata KH Ali Muhdor, Rabu (11/9/2019).

KH Ali Muhdor mengaku sepakat tindakan hukum tegas oleh pihak Kepolisian. Menurutnya hukum harus ditegakkan terhadap siapapun, tanpa pandang bulu. Sebab, Indonesia adalah negara hukum.

"Saya minta kepada pihak kepolisian untuk mengusut oknum-oknum provokator dan menindak tegas mereka sesuai prosedur hokum yang berlaku," tandasnya.

Selain itu MUI mengajak seluruh masyarakat Blora khususnya dan Indonesia umumnya untuk tetap menjaga persatuan.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan saling menghargai antar sesama. Jangan mudah terprovokasi. Jangan mau diadudomba. Karena insiden ini berpotensi dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk mengganggu keutuhan NKRI," ajak KH Ali Muhdor

Sementara Kapolres Blora AKBP Antonius Anang, S.I.K, M.H mengatakan jumlah pelajar Papua di Kabupaten Blora sebanyak 48 orang.

Mereka belajar di SMA Katolik Wijaya Kusuma Blora, SMK Migas dan Mahasiswa di AKA Migas Cepu.

Semuanya sangat nyaman dan senang tinggal di Kabupaten Blora serta menuntut ilmu disini dan tidak terpengaruh issue negative provokasi yang beredar.

“Semua pelajar dan masyarakat Papua yang tinggal di Blora sangat kami perhatikan untuk keamanan dan kenyamanannya. Kita imbau untuk tetap belajar di sini serta tidak terpengaruh provokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” pungkas Kapolres.(*)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved