Penghapusan Visa Progresif Tingkatkan Minat Jemaah Kembali ke Tanah Suci

Ia menyebut selama ini dari beberapa jamaah yang pernah dilayani memang memiliki keinginan untuk kembali ke tanah suci

Penghapusan Visa Progresif Tingkatkan Minat Jemaah Kembali ke Tanah Suci
AP PHOTO / MOSAAB ELSHAMY
Umat Islam melakukan tawaf atau berjalan mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, kota suci Mekah, Saudi Arabia, 20 September 2015. Tawaf dilakukan sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penghapusan visa progresif umroh oleh Pemerintah Arab Saudi akan meringankan mereka jemaah yang rutin namun memberatkan mereka yang baru pertama.

Hal itu karena selain menghapus visa progresif senilai 2000 riyal, pemerintah Arab juga menerbitkan biaya visa yang baru dengan tambahan goverment fee sebesar 300 Riyal Arab Saudi.

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jateng dalam surat edarannya menyebut total biaya ditambah pengurusan e visa dan basic ground service bisa mencapai 498,19 riyal.

"Kalau ditanya apakah kebijakan ini bisa meningkatkan jumlah jemaah haji jawabannya bisa iya dan bisa tidak.

Kalau berkaca saat penerapan visa progresif tahun 2016 ada penurunan memang, tapi tidak signifikan.

Sekarang saat kebijakan itu dihapus mungkin ada kenaikan tapi juga tidak siginifikan," beber Humas Amphuri Jateng, Abdullah Munawar.

Ia menjelaskan dengan penghapusan visa progresif tentunya akan meningkatkan minat jamaah yang sudah pernah umroh akan kembali lagi ke tanah suci.

Sementara bagi jamaah baru bisa jadi harus berpikir ulang karena biaya akan menyesuaikan harga visa baru.

"Tentu nantinya informasi ini akan kami sampaikan kepada jamaah-jamaah tiap biro yang dulu pernah umroh.

Karena ini kabar bagus untuk mereka. Potensi peningkatan jamaahnya dari sana," imbuh Abdullah.

Ia menyebut selama ini dari beberapa jemaah yang pernah dilayani memang memiliki keinginan untuk kembali ke tanah suci.

Meski demikian keinginan itu terhalang dengan visa progresif yang membebani mereka yang ingin datang kembali dengan tambahan biaya 2000 riyal.

"Kalau tidak ingin kena visa progresif saat itu harus nunggu sampai tiga tahun.

Kalau sekarang tidak, Januari berangkat, Februari berangkat lagi bisa hanya dengang membayar government fee 300 riyal tadi," tambahnya.

Dari pengamatannya dulu saat diterapkan visa progresif ia membandingkan jika ada 50 jemaah umroh mungkin hanya 3 atau empat yang kemudian kembali lagi dalam waktu dekat. Kini ia berharap angka jamaah yang repeat order semakin meningkat. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved