Polemik Audisi Beasiswa Bulutangkis, Hartopo: Njenengan Tahu Sendiri Upaya Djarum Kayak Apa

Polemik antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan PB Djarum berujung pada keputusan berhenti menggelar audisi umum

Polemik Audisi Beasiswa Bulutangkis, Hartopo: Njenengan Tahu Sendiri Upaya Djarum Kayak Apa
Tribunjateng.com/Rifqi Gozali
Plt Bupati Kudus Hartopo 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Polemik antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan PB Djarum berujung pada keputusan berhenti menggelar audisi umum.

Polemik ini akhirnya membuat Plt Bupati Kudus, Hartopo, angkat bicara.

Menurut Hartopo, keberadaan PB Djarum dalam melakukan pembibitan atlet bulu tangkis sejak usia belia sangat dirasakan manfaatnya. Baik bagi Kudus maupun bagi Indonesia.

Terbukti, sejumlah nama atlet binaan PB Djarum mampu menorehkan prestasi baik nasional, bahkan tidak jarang prestasi skala internasional.

Sebut saja Liem Swie King, Hariyanto Arbi, Tontowi Ahmad, dan Liliyana Natsir.

"Djarum bersusah payah. Njenengan tahu sendiri, upayanya Djarum kayak apa. Menggali potensi orang Kudus maupun orang luar Kudus supaya menjadi atlet-atlet yang bisa dikenal untuk nasional dan internasional," ujar Hartopo, Rabu (11/9/2019).

Hartopo ingin, PB Djarum kembali menggelar audisi umum. Banyak dampak positif yang didapat dari gelaran tahunan itu.

Kudus misalnya, kata Hartopo, saat audisi umum digelar ada dampak ekonomi yang bisa dipetik. Ribuan orang yang datang ke Kudus, akhirnya membuat hotel baik kelas melati maupun berbintang penuh.

"Tahun depan harus dilanjutkan (audisi umumnya). Harus bisa.
Dampak ekonomi ketika audisi banyak sekali. Hotel-hotel penuh kabeh," kata Hartopo.

Hartopo ingin agar ke depan PB Djarum kembali menggelar audisi umum.

Terkait tudingan eksploitasi anak oleh KPAI karena terdapat brand image 'Djarum' di kaus peserta audisi, Hartopo ingin agar dihiraukan saja.

"(Pemkab) Mendukung spenuhnya. Saya sendiri dan dari pihak Djarum, anggap saja anjing menggonggong kafilah berlalu. Ya kan?," kata dia. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved