Belasan Siswi Dicabuli Oknum Guru SU saat Kemah Pramuka, Pelaku Masuk ke Tenda Lalu Gerayangi Korban

Aksi bejat dilakukan oknum guru berinisial SU. Ia diduga menggerayangi tubuh siswi-siswi di dalam tenda saat perkemahan hari Pramuka, Agustus 2019.

Belasan Siswi Dicabuli Oknum Guru SU saat Kemah Pramuka, Pelaku Masuk ke Tenda Lalu Gerayangi Korban
ilustrasi pencabulan

TRIBUNJATENG.COM - Aksi bejat dilakukan oknum guru berinisial SU.

Ia diduga menggerayangi tubuh siswi-siswi di dalam tenda saat perkemahan hari Pramuka, Agustus 2019.

Orang tua yang mendapat laporan dari anaknya marah dan melaporkan perbuatan SU ke Polres Sleman.

Menanggapi kasus itu, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menyayangkan adanya kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru salah satu SD di Seyegan ke siswi-siswinya.

Meski masih dalam pemeriksaan saksi-saksi, namun kasus ini sudah mencoreng dunia pendidikan, dan juga predikat Sleman sebagai Kabupaten Layan Anak (KLA).

Sri Muslimatun mengatakan, bahwa sosok guru dalam satu sisi merupakan manusia biasa yang punya kebutuhan.

"Namun di sisi lain guru mempunyai tugas suci, guru adalah tokoh, pendidik dan pembentuk karakter. Kok malah memberi contoh yang tidak bagus, ya ini tidak boleh," ujarnya, Rabu (11/9/2019).

Ia menegaskan bahwa jika oknum guru tersebut terbukti bersalah, maka harus ada sanksi yang dijatuhkan. Selain sanksi pidana yang akan menjeratnya, juga ada sanksi lain yang akan dijatuhkan oleh kepegawaian.

"Sanksinya akan disesuaikan dengan jenis pelanggarannya, dan kita tidak main-main," tegasnya.

Saat disinggung apakah, kasus ini dapat mencoreng Kabupaten Sleman sebagai kabupaten layak anak, Muslimatun mengiyakan. Di dalam segi pendidikan, pembangunan karakter tak hanya untuk anak-anaknya saja, namun juga guru dan orang tua.

Halaman
1234
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved