Habibie di Mata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko: Tak Hanya Milik Indonesia, Tapi Juga Dunia

Satu di antaranya datang dari Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Ada banyak pelajaran dari Habibie yang bisa dipetik oleh generasi muda Indonesia.

Habibie di Mata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko: Tak Hanya Milik Indonesia, Tapi Juga Dunia
Tribun Jateng, Rifqi Gozali
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko saat berkunjung di GOR Djarum Jati Kudus, Kamis (12/9/2019).  

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Indonesia kehilangan putra terbaiknya. Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie wafat pada Rabu (11/9/2019) di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

Wafatnya seorang ilmuwan sekaligus teknokrat itu menyisakan duka mendalam.

Satu di antaranya datang dari Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Ada banyak pelajaran dari Habibie yang bisa dipetik oleh generasi muda Indonesia.

“Pak Habibie di mata saya, Pak Habibie bukan miliknya orang Indonesia, tapi Pak Habibie adalah miliknya orang dunia.

Itu yang saya kagumi dari beliau. Beliau tidak hanya seorang pemimpin, tapi beliau seorang scientist yang betul-betul menjadi milik dunia,” kata Moeldoko saat berkunjung di GOR Djarum Jati Kudus, Kamis (12/9/2019).

“Bukan hanya diakui dunia, tapi menjadi milik dunia. Bukan hanya milik Indonesia. Itu yang patut menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semuanya untuk bisa belajar banyak dari beliau,” imbuhnya.

Lantas, orang yang pernah menduduki jabatan sebagai Panglima TNI pada 2013-2015 itu pernah punya pengalaman khusus dengan Habibie.

Di antaranya yakni saat dia menghadap Habibie untuk konsultasi terkait pengamanan mantan presiden dan mantan wakil presiden.

Pada kesempatan itu, kata Moeldoko, banyak pelajaran yang dia petik dari Habibie lantaran keluasan ilmu dan pengalamannya.

“Pada saat saya jadi Panglima TNI, waktu itu ada Peraturan Presiden yang mengatur tentang pengamanan kepada mantan presiden dan wapres. Habis itu saya berdiskusi dengan beliau sangat panjang lebar.

Beliau memahami konteks dunia sangat utuh. Tidak hanya dari perspektif science, tidak hanya dari perspektif ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi dari perspektif yang lebih luas. Untuk itu saya bilang, beliau memberi banyak pelajaran kepada saya,” katanya.(Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved