Tunjukkan Tren Positif, Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Batang Meningkat 5 Persen

Angka tersebut naik dari Rp 13,67 Triliun pada tahun 2017 sehingga selama tahun 2018 terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,72 persen

Tunjukkan Tren Positif, Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Batang Meningkat 5 Persen
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Progres pembangunan PLTU Batang 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Badan Pusat Statistik Kabupaten Batang mencatat Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB) tahun 2018 atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 14,45 Triliun.

Angka tersebut naik dari Rp 13,67 Triliun pada tahun 2017 sehingga selama tahun 2018 terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,72 persen.

Bupati Batang Wihaji menyebut selama 5 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang selalu di atas 5 persen.

“Pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,72 persen yang merupakan nilai tertinggi selama 5 tahun terakhir, pertumbuhan tersebut juga lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang hanya 5,32 persen, dan nasional 5,17 persen,” tutur Bupati Batang Wihaji saat di temui di Kantornya Kamis (12/9/2019).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tersebut dipengaruhi oleh tiga sektor yakni, kontruksi, informasi serta pengadaan air sampah dan daur ulang.

Sementara, untuk sektor kontruksi kenaikan pertumbuhan tertinggi sebesar 15,18 persen, melampaui sektor pertambangan penggalian yang hanya 8,26 persen padahal tahun sebelumnya penggalian mencapai 18,5 persen.

“Pertumbuhan sektor kontruksi disebabkan adanya pembangunan proyek jalan tol Batang – Semarang, mega proyek PLTU, serta menjamurnya pembangunan perumahan di Batang,” terangnya.

Selain itu, di sektor informasi telekomunikasi diatas 10 persen, aktifitas digital mampu mendorong pertumbuhan sektor perekonomian perdagangan yang beropengaruh juga pada akomodasi angkutan, jasa dan lainnya.

Dijelaskannya, dari 17 lapangan usaha di Batang, 11 lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif sebesar 5 sampai dengan 10 persen, yakni jasa perusahaan sebesar 5,72 persen, lapangan usaha lainya 8,73 persen.

"Jasa kesehatan 7,76 persen, jasa pendidikan 6,65 persen, jasa perdagangan besar dan eceran reprasi mobil dan sepeda motor sebesar 5,51 persen, real estate 5,12 persen, pertambangan dan penggalian 8.26 persen dan industri pengolahan sebesar 5,31 persen,” jelasnya.

Adapun lapangan usaha yang pertumbuhanya kurang dari lima persen yakni, pengadaan listrik dan gas 4,87 persen, transportasi dan pergudangan 4,71 persen, penyediaan akomodasi dan makam minum 4,59 persen.

Administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib 3,13 persen, pertanian kehutanan dan perikanan 3,06 persen.

"Rata-rata pertumbuhan PDRB perkapita 7,1 persen pertahun, lebih besar dari nilai inflasi tahunan,” pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved