UPDATE : Polisi Tetapkan Sopir Truk yang Terlibat Kecelakaan Karambol di Ngaliyan Sebagai Tersangka

Polisi telah menetapkan pengemudi truk bernomor polisi B 9337 GQA yang terlibat kecelakaan karambol di turunan Jalan Prof Hamka

UPDATE : Polisi Tetapkan Sopir Truk yang Terlibat Kecelakaan Karambol di Ngaliyan Sebagai Tersangka
Tribunjateng.com/Jamal A. Nashr
Truk bernomor polisi B 9337 CQA menabrak pembatas jalan setelah terlibat kecelakaan karambol di Ngaliyan Kota Semarang, Rabu (11/9/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polisi telah menetapkan pengemudi truk bernomor polisi B 9337 GQA yang terlibat kecelakaan karambol di turunan Jalan Prof Hamka, tepatnya di depan Swalayan Ono Ngaliyan Kota Semarang, sebagai tersangka.

Penetapan tersangka diberikan setelah Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang melakukan gelar perkara kejadian nahas tersebut.

Telah diberitakan sebelumnya, terjadi kecelakaan karambol yang melibatkan enam kendaraan di Jalan Prof Hamka Ngaliyan, Rabu (11/9/2019) pukul 12.15.

Satu orang korban meninggal akibat kejadian tersebut. Korban yang merupakan anak-anak meninggal setelah dibawa ke RS Permata Medika tak jauh dari lokasi kejadian.

"Status (sopir truk) kita naikkan menjadi tersangka dari hasil gelar perkara," ujar Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, Kamis (12/9/2019).

Tersangka diketahui bernama Basi Luhur (39) warga Kabupaten Semarang.

Saat ini, polisi telah menahan yang bersangkutan untuk menjalani proses hukumnya. Ia terancam dikenakan Pasal 310 ayat 4 Undang-undang Lalu Lintas.

"Sudah kita terbitkan surat perintah penahanan untuk pengemudi tersebut," katanya.

Ia belum dapat memastikan apakah pengemudi tersebut juga melanggar larangan melintas kendaraan berat di turunan Jalan Prof Hamka.

Sebelumnya, telah ditetapkan larangan melintas untuk kendaraan yang memiliki berat di atas 8.000 kg melintasi jalan tersebut mulai pukul 04.00 sampai 23.00.

"Dari berita acara pemeriksaan Dinas Perhubungan didapati memiliki tonase 8.000 kg. Jadi nanti kita bandingkan dengan izin yang diberikan untuk muatan sumbu terberatnya berapa," ucapnya.

"Rambu-rambunya sudah jelas, jadi kita kupas dari awal pelanggaran-pelanggaran kecil apa yang dilakukan oleh pengemudi tersebut," tambah Ardi.

Ia mengakui, Kota Semarang memiliki banyak jalan yang berbukit karena kondisi geografis. Kontur menanjak dan menurun di Kota Semarang berada di jalan nasional, jalan provinsi, hingga jalan dalam kota.

"Semarang tantangan kita adalah ruas jalannya yang berbukit sehingga banyak tanjakkan dan turunan sehingga membutuhkan kewaspadaan pengguna jalan, terutama kendaraan berat," katanya. (jam)

Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved