35 Tahun Sudah Suharno Jadi Tukang Patri Panci di Semarang : Sedikit Banyak Ta Anggap Cukup

Menjadi tukang patri panci selama 35 tahun bukan lah hal mudah bagi Suharno.

35 Tahun Sudah Suharno Jadi Tukang Patri Panci di Semarang : Sedikit Banyak Ta Anggap Cukup
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Suharno (71) saat hendak mengganti sebuah pantat panci yang bolong di gubuk kerjanya Jalan Gatot Subroto, Jumat (13/9/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menjadi tukang patri panci selama 35 tahun bukan lah hal mudah bagi Suharno.

Laki-laki yang kini berusia 71 tahun tampak masih semangat menambal satu persatu panci maupun wajan yang bolong.

Di sebuah bangunan kecil terbuat dari kayu di Jalan Gatot Subroto Kelurahan Krapyak, Ngaliyan, Kota Semarang itu Suharno menghabiskan waktu produktifnya untuk mengais rejeki.

Pelan tapi pasti, ia memulai rutinitasnya menjadi tukang patri panci sedari pukul 08.30 - 16.00 WIB menjelang maghrib. Pada suatu hari, Suharno tampak sesekali memijat kedua pelipis kanannya.

Saat Tribunjateng.com menanyakan kondisinya, ia hanya menjawab, "Sedikit pusing biasa kumat di sekitar mata," tutur Suharno, Jumat (13/9/2019).

Meski begitu, laki-laki yang kini tinggal di Dusun Wonoharjo, Kembangarum, Kota Semarang itu terlihat masih terampil menambal panci yang bolong. Semangat tingginya ia tujukan semata untuk menafkahi istri dan keempat anaknya.

Bermodalkan alat solder sederhana, timah, kompor, air keras dan beberapa peralatan pendukung seperti gunting, tang, hingga jangka Suharno mencari pundi-pundi rupiah.

Rata-rata dalam sehari, ia dapat menyelesaikan 3 garapan panci atau wajannya.

Tiap 1 garapan ia bandrol dengan harga Rp 20 ribu untuk panci kecil dan Rp 35 ribu untuk yang besar.

Total rata-rata pendapatan kotornya dalam sehari mencapai Rp 100 ribu-an.

Halaman
123
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved