Kemarau Panjang, Hasil Jamur Tiram Furqon Menurun Hingga 50 Persen

Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Batang, Jawa Tengah membuat produksi jamur tiram menurun drastis

Kemarau Panjang, Hasil Jamur Tiram Furqon Menurun Hingga 50 Persen
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Petani budidaya jamur, Muhammad Furqon saat memanen jamur tiram, Kamis (12/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Batang, Jawa Tengah membuat produksi jamur tiram menurun drastis.

Kondisi tersebut salah satunya dialami petani budidaya jamur di Desa Wates, Kecamatan Wonotunggal.

Petani budidaya jamur, Muhammad Furqon mengatakan sejak musim kemarau tahun ini, panen dari budidaya jamur tiram miliknya turun drastis hingga 50 persen.

Hal ini disebabkan oleh panasnya suhu udara selama musim kemarau.

"Kondisi panasnya suhu menyebabkan jamur tiram tidak tumbuh normal sehingga jamur tumbuh kerdil dan bahkan sebagian mati karena suhu yang panas," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (12/9/2019).

Dikatakannya, jika suhu normal produksi jamur miliknya bisa menghasilkan 20 kilogram sampai 25 kilogram dalam sehari.

"Cukup drastis turunnya sampai 50 persen, di musim kemarau ini paling hanya 10 kilogram," ujarnya.

Laki-laki yang akrab disapa Furqon itu menjelaskan di musim kemarau ia harus berjuang ekstra dari segi perawatannya dibanding musim hujan.

"Jamur-jamur ini selalu disiram sehari 2 kali biar hasilnya bagus, kalau musim hujan jamur lebih cepat tumbuh karna suhunya mendukung," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved