Penelitian Rasipin Dokter Dinkes Brebes : 88,7 Persen Anak Derita Gondok Karena Terpapar Asap Rokok

Asap rokok menjadi satu di antaranya penyebab anak terpapar pestisida sehingga menimbulkan gangguan kesehatan berupa gondok

Penulis: m zaenal arifin | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
dr Rasipin saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait penelitiannya, Jumat (13/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Asap rokok menjadi satu di antaranya penyebab anak terpapar pestisida sehingga menimbulkan gangguan kesehatan berupa pembesaran kelenjar tiroid atau gondok.

Hal itu berdasarkan penelitian yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Penelitian dilakukan tim yang terdiri dari dr. Rasipin dan Nurul Aeny dari Dinkes Brebes serta Suhartono dan Apoina Kartini dari FKM Undip.

Rasipin memaparkan, penelitian dilakukan pada 2011 lalu di Desa Dukuh Lo, Bulakparen dan Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Brebes. Dari ketiga desa, diambil sampel 101 anak.

"Penelitian dilakukan karena di tiga desa itu jumlah penderita gondok sangat tinggi. Setelah dilakukan penelitian, 88,7 persen anak terpapar pestisida melalui asap rokok," kata Rasipin, Jumat (13/9/2019).

Rasipin memaparkan, penelitian dilakukan berawal dari ketertarikannya atas banyaknya anak yang menderita penyakit gondok. Padahal, tiga desa tersebut bukanlah daerah dataran tinggi atau pegunungan yang minim garam iodium.

"Lokasi ketiga desa itu justru berada di pantura yang kaya garam iodium. Tapi banyak anak yang terkena gondok. Sehingga perlu dicari faktor yang menyebabkan penyakit gondok," ucapnya.

Dikatakannya, data dari Puskesmas Kluwut, Bulakamba, jumlah penderita gondok cukup tinggi. Kemudian dilakukan penelitian di dua Sekolah Dasar (SD) di daerah tersebut.

Kemudian, ditemukan jumlah penderita gondok dari anak usia sekolah dasar sebanyak 68,59 persen. Bahkan ada satu SD yang jumlah penderitanya sangat tinggi yaitu mencapai 97,75 persen.

Selain faktor kekurangan (defisiensi) iodium sebagai penyebab penyakit gondok (goiter), kata Rasipin, perlu dikaji faktor-faktor lain yang jadi penyebabnya. Mengingat gangguan pada kelenjar tiroid tidak hanya karena kurang iodium, tapi juga karena paparan pestisida.

"Dari sample 101 anak ini kemudian diteliti sebab musabab terkena penyakit gondok. Hasil penelitian disimpulkan, mereka terkena gondok akibat terpapar asap rokok, asap obat nyamuk dan pestisida," jelasnya.

Ia merinci, jumlah anak yang terpapar pestisida angkanya mencapai 54,7 persen dan beresiko terkena gondok 8,46 kali dibandingkan anak yang tidak terpapar pestisida.

Anak yang terpapar asap obat nyamuk mencapai 79,2 persen dan beresiko terkena gondok 5,3 kali dibandingkan dengan anak yang tidak terpapar. Sedangkan terpapar asap rokok sebanyak 88,7 persen dengan resiko terkena gondok 3,9 kali dari anak tidak terpapar.

"Anak terpapar asap rokok paling banyak karena mereka berada di lingkungan perokok termasuk orang dekat dan tetangga sekitar rumah," tambahnya.

Diterangkannya, gangguan tiroid dapat juga dipengaruhi oleh asap rokok. Ada mekanisme di mana merokok dapat mempengaruhi kadar hormon tiroid. Asap tembakau mengandung beberapa racun seperti tiosianat dan 2,3-hydroxypridine.

"Dua jenis racun ini terbukti menjadi potensi goitrogen. Tiosianat ini memiliki paruh waktu lebih enam hari menghambat transportasi iodida dan irganifikasi serta meningkatkan penghabisan iodida dari kelenjar. Defisiensi iodium akibat tiosianat dapat menyebabkan gondok," katanya.

Sedangkan asap atau semprotan obat nyamuk mengandung empat jenis pestisida masing masing scourge, permathrin, anvil dan melathion. Racun ini dikenal memiliki dampak negatif terhadap fungsi hati dan kelenjat tiroid.

Sementara racun pestisida dapat menghambat proses pengikatan hormon tiroid oleh reseptor tiroid di dalam sel. Hambatan itu berdampak pada kurangnya kadar hormon tiroid. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved