Berawal dari Tradisi, Wahyu Kliyu Kini Jadi Wisata Budaya di Jatipuro Karanganyar

Berawal dari tradisi turun-temurun para leluhur, tradisi Wahyu Kliyu kini dikemas menjadi wisata budaya di Kecamatan Jatipuro Kabupaten Karanganyar.

Berawal dari Tradisi, Wahyu Kliyu Kini Jadi Wisata Budaya di Jatipuro Karanganyar
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Warga saat berebut apem dalam acara Kirab Budaya Wahyu Kliyu di depan Kantor Kecamatan Jatipuro Karanganyar, Sabtu (14/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Berawal dari tradisi turun-temurun para leluhur, tradisi Wahyu Kliyu kini dikemas menjadi wisata budaya di Kecamatan Jatipuro Kabupaten Karanganyar.

Wahyu Kliyu sendiri merupakan upacara tolak bala yang diperingati setiap bulan Suro tanggal 15 atau bulan purnama.

Perwakilan warga di setiap rumah yang tinggal di Kendal Kidul dan Kendal Lor Desa Jatipuro akan membawa apem sejumlah 344 yang diletakkan dalam wadah tenggok saat Upacara Ritual Wahyu Kliyu.

Apem-apem itu kemudian disebar diwadah yang sudah disediakan di rumah sesepuh dusun,Rakino.

Dalam kirab budaya tersebut ribuan peserta dari perwakilan 10 desa berjalan kaki mulai Dusun Kendal sampai halaman kantor kecamatan.

Jaraknya sekitar 500 meter.

Mereka mengenakan pakaian adat dan kostum sesuai identitas kelompoknya sembari membawa tampah berisi apem.

Gunungan apem juga turut diarak dalam kirab budaya tersebut.

Ada 1 gunungan apem berukuran besar dan 6 gunungan apem berukuran kecil.

Setelah diarak mengendarai motor roda tiga dan dipikul, gunungan apem tersebut disebar dari atas panggung ke arah kerumunan warga yang sudah menunggu di jalan depan Kantor Kecamatan Jatipuro.

Halaman
123
Penulis: Agus Iswadi
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved