Breaking News:

Tercemar Limbah, Lahan Kumuh di Desa Pesarean Tegal Melebar Hingga 4.2 Hektar

Lahan kumuh di Kabupaten Tegal masih menjadi persoalan serius yang harus dituntaskan.

TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Salah satu lahan di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal yang tercemar limbah B3. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Lahan kumuh di Kabupaten Tegal masih menjadi persoalan serius yang harus dituntaskan.

Contohnya di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, lahan kumuh di sana terhitung mencapai 4.2 hektar

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono saat di sela-sela acara kepada Tribunjateng.com, Sabtu (14/9/2019).

Menurut dia, wilayah kumuh di desa tersevut sudah tertuang pula dalam SK Bupati Tegal nomor 050/294 tahun 2019 tentang perluasan permukiman kumuh.

Joko mengaku, saat ini, konsep penataan lingkungan permukiman di Kampung Situnggul Desa Pesarean sedang diajukan Pemkab Tegal pada lomba Hari Habitat 2019 tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Revitalisasi fungsi permukiman sebagai pendukung kawasan cagar budaya Makam Amangkurat I ini sendiri telah dipaparkan pada tim penilai di Hotel Patrajasa Semarang beberapa waktu lalu.

Anak Cak Nun Isi Sinau Bareng di Harlah Sahabat Yatim Tegal, Ini Pesannya

Ganjar : 7 Kepala Sekolah di Jateng Diindikasi Terpapar Radikalisme

UPDATE : Kronologi Lengkap Terbakarnya Gudang Bahan Peledak Brimob, 7 Bom Besar Meledak

UPDATE : Ini Jenis Granat dan Bom yang Meledak di Gudang Brimob Polda Jateng

"Kampung Situnggul menjadi prioritas penataan karena sejumlah pertimbagan.

Selain menjadi entitas pendukung kawasan wisata budaya dan religi, kondisi utilitas lingkungannya juga perlu sentuhan perbaikan agar tidak tampak kumuh," terang Joko.

Berdasarkan SK Bupati Tegal nomor 050/294 tahun 2019, luasan permukiman kumuh di Desa Pesarean mencapai 4,2 hektar.

Kampung Situnggul pun termasuk yang ada di dalam deliniasi kawasan tersebut.

Sehingga, Pemkab Tegal tengah berupaya mengembalikan kesehatan lingkungan permukiman sekitar yang tercemar limbah B3.

Hal itu diakibatkan aktifitas usaha peleburan logam rumahan yang dulu banyak terdapat di Pesarean.

"Melalui Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM), Pemkab Tegal sudah mengawalinya di tahun 2014 dengan anggaran Rp. 28,1 miliar per tahunnya, dan di 2017 beralih ke penuntasan akses jamban keluarga sehat dengan anggaran per tahunnya 21,07 miliar," tambahnya. (Tribunjateng/gum).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved