Habib Umar Muthohar Ajak Muliakan Wali Allah - Suasana Upacara Salin Luwur Sunan Muria Kudus

Habib Umar Muthohar asal Semarang mengajak jemaah salin luwur Makam Sunan Muria untuk memuliakan Wali Allah.

Habib Umar Muthohar Ajak Muliakan Wali Allah - Suasana Upacara Salin Luwur Sunan Muria Kudus
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Doa oleh para tokoh masyarakat dan ulama di dalam cungkup Makam Sunan Muria, Minggu (15/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Habib Umar Muthohar asal Semarang mengajak jemaah salin luwur Makam Sunan Muria untuk memuliakan Wali Allah.

Hal itu disampaikan saat mauizah di Makam Sunan Muria Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Minggu (15/9/2019).

Menurut Habib Umar, saat ini wali itu masih ada.

Hanya saja, kebanyakan orang tidak tahu derajat orang yang diangkat menjadi wali.

Oleh sebab itu, Habib Umar mengajak agar tidak serta-merta merendahkan orang lain.

"Zaman sekarang ini, wali itu masih ada tetapi tidak terlihat. Tidak ada yang membatasi siapa yang menjadi wali," ujarnya.

Lebih lanjut, katanya, memuliakan wali akan mendapat keberkahan dari Allah.

Sebab, wali merupakan kekasih Allah.

Kesempatan memberi mauizah oleh Habib Umar ini juga bertepatan dengan upacara salin luwur Makam Sunan Muria atau Syekh Raden Umar Sa'id.

Dalam acara ini, ribuan warga memadati kompleks makam yang terletak di lereng Gunung Muria.

Ribuan warga itu ada yang datang sejak sehari sebelumnya.

Mereka memadati setiap sudut jalan menuju kompleks makam.

Mereka tidak hanya datang dari Kudus, akan tetapi mereka yang tinggal di sekitar Kudus.

Selain Habib Umar, ada juga Habib Muhammad bin Husein bin Anis a-Habsyi dari Surakarta.

Upacara salin luwur yang diselenggarakan oleh Yayasan Masjid Makam Sunan Muria (YM2SM) itu dimulai dengan pembacaan Alquran, tahlil, dan salawat.

Ketua panitia, Sukadi, salin luwur kali ini sekaligus haul ke-395 Sunan Muria.

Menurutnya, rangkaian salin luwur telah digelar sejak bulan kemarin.

Hari ini merupakan puncaknya.

Tidak heran ketika ribuan orang lantas berbondong-bondong untuk datang ke Desa Colo.

"Semoga tawasul di Makam Sunan Muria dikabulkan Allah Swt. dan diberikan keberkahan rizki," katanya.

Dalam salin luwur kali ini, beberapa tokoh masyarakat juga hadir.

Di antaranya Ketua YM2SM Abdul Manat, KH Salamn dari Colo, dan Perhimpunan Pemangku Makam Auliya (PPMA se-Jawa).

Banyaknya jemaah yang datang, membuat akses menuju Terminal Colo, tempat parkir para peziarah menjadi tersendat. Kepadatan arus itu mengular sampai sekitar 1 kilometer.

Beberapa bus pengangkut peziarah diparkir di bahu jalan.

Sementara penumpangnya memilih berjalan kaki atau menggunakan jasa ojek.

Staf UPTD Objek Wisata Colo, Musrini mengatakan, kepadatan yang kali ini terjadi berbeda dengan hari biasa.

Hal itu karena haul sekaligus salin luwur Sunan Muria bertepatan dengan akhir pekan.

Kepadatan yang terjadi ini diperkirakan terdapat peningkatan peziarah sampai 70 persen.

"Kalau haul dan salin luwur sebelumnya jatuh pada hari biasa, peningkatan peziarah paling 40 persen," katanya. (Rifqi Gozali)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved