Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kirab Grebeg Sura Baturraden 2019 Digelar 22 September, Begini Gambaran Awal Prosesinya

Bersiaplah kepada seluruh warga Banyumas dan sekitarnya untuk memeriahkan ataupun menyaksikan pagelaran budaya tahunan Grebeg Sura Baturraden 2019.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
DOKUMENTASI. Arak-arakan gunungan dan tenong dalam Grebeg Sura Baturraden 2018. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Bersiaplah kepada seluruh warga Banyumas dan sekitarnya untuk memeriahkan ataupun menyaksikan pagelaran budaya tahunan Grebeg Sura Baturraden 2019.

Grebeg Sura Baturraden akan digelar 22 September 2019.

Sebelumnya, pada 19-20 September 2019 akan digelar panggung hiburan dan pameran pariwisata.

"Diharapkan dapat menarik minat kunjungan wisatawan ke Kawasan Wisata Baturraden."

"Terutama Lokawisata Baturraden yang dikelola Disporabudpar maupun Wana Wisata Baturraden melalui PT Palawi," ujar Kepala Disporabudpar Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani kepada Tribunjateng.com, Minggu (15/9/2019).

Asis juga mengatakan, Grebeg Sura Baturraden 2019 akan diawali dengan Kemah Sura pada 21 dan 22 September di Bumi Perkemahan Wana Wisata Baturraden.

Masyarakat juga bisa ikut menyumbangkan gunungan untuk diperebutkan dalam Gebreg Sura Baturraden.

Dimana itu pula biasanya disediakan tiap desa penyangga Kawasan Wisata Baturraden.

"Siapa saja yang mendukung Baturraden, silakan, apakah dari sponsor atau yang lain."

"Asalkan sudah dalam bentuk barang atau gunungan, bukan berupa uang," imbuhnya.

Wakil Ketua Paguyuban Kawula Surakarta (Pakasa) Kabupaten Banyumas, Joko Wiyono mengatakan, pada 23 September pihaknya juga akan mengadakan seserahan kepada leluhur dalam rangkaian Grebeg Sura Baturraden 2019.

Rencananya Grebeg Sura Baturraden juga akan dihadiri Gusti Menur dan Gusti Kanjeng Ratu Alit dari Keraton Kasunanan Surakarta.

"Gusti Menur dan Gusti Kanjeng Ratu Alit dari Keraton Kasunanan Solo rencananya akan menyerahkan semacam sesaji," ujar Kabid Humas dan Protokol Setda Kabupaten Banyumas itu.

Seperti biasa, Grebeg Sura Baturraden akan diawali kirab dari Wana Wisata Baturraden menuju Lokawisata Baturraden.

Kirab akan diikuti oleh barisan pembawa tombak Ki Bau Reksa dan Ki Singkir Kala.

Setelah itu disusul barisan rontek, pembawa gunungan, serta pembawa jolen berisi tumpeng kuat, tumpeng robyong, dan tumpeng triwarna.

Ada juga pembawa wedhus kendhit (kambing hitam dengan warna putih melingkar seperti ikat pinggang pada bagian perut), pembawa belisan, dan barisan pembawa tenong.

Para sesepuh masyarakat kemudian akan melantunkan doa dengan harapan masyarakat sekitar Gunung Slamet selalu diberi keselamatan, keberkahan, dan kemakmuran oleh Tuhan.

Barulah setelah pembacaan doa, gunungan yang diarak diperebutkan oleh masyarakat dan para pengunjung yang hadir.

Sementara itu tumpeng robyong dan tumpeng triwarna akan dilarung di Sungai Gumiwang yang berada di tengah Lokawisata Baturraden.

Sebelumnya juga dilakukan penyembelihan wedhus kendhit di kompleks pemakaman petilasan atau situs Baturraden.

Kemudian nasi beserta lauk yang dibawa menggunakan tenong dimakan bersama oleh pengunjung usai rangkaian kegiatan selesai. (Permata Putra Sejati)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved