Lampu Jalan Masih Jadi Persoalan, Disperkim Siapakan Smart Lighting
Ali menyayangkan ulah masyarakat yang masih merusak fasilitas umum karena hal ini sangat merugikan masyarakat lain.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih pujo asmoro
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penerangan jalan umum di Kota Semarang masih menjadi persoalan lantaran masih ditemukan lampu yang tidak menyala di beberapa ruas jalan.
Warga Ngaliyan, Eli Amalia mengaku masih menjumpai penerangan jalan yang mati di beberapa ruas jalan.
"Penerangan di Jalan Prof Hamka Ngaliyan kadang mati."
"Beberapa waktu lalu saat saya ke Boja, daerah Mijen juga ada yang mati," ungkap Eli.
Menurut Eli, ada kekhawatiran tersendiri apabila penerangan jalan tidak maksimal.
Sebab, hal itu dapat menimbulkan kejahatan di jalan.
Di sisi lain, juga dapat memicu tingkat kecelakaan di Kota Semarang.
"Kadang takut ada orang nakal di jalan karena suasananya gelap."
"Akhirnya orang-orang pada ngebut."
"Ini justru kan membahayakan, dapat menimbulkan kecelakan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Ali mengakui penerangan jalan umum memang masih menjadi sedikit persoalan di Kota Semarang.
Hingga saat ini, masih ada laporan penerangan jalan yang mati.
Setiap laporan penerangan jalan mati, pihaknya langsung menindaklanjuti dan memperbaikinya.
Dari laporan yang masuk, sebagian besar kerusakan diakibatkan ulah masyarakat yang tidak bertanggungjawab.
"Setelah kami tindaklanjuti laporan, banyak lampu mati akibat ulah masyarakat sendiri."
"Saat kami cek ternyata komponen lampu hilang."
"Padahal sudah digembok tapi tetap saja dirusak," ungkapnya.
Ali menyayangkan ulah masyarakat yang masih merusak fasilitas umum karena hal ini sangat merugikan masyarakat lain.
Dia berharap, masyarakat tidak merusak fasilitas umum yang diberikan yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melainkan turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut.
"Saya yakin jika tidak ada tangan-tangan yang nakal, Kota Semarang akan terang benerang," tegasnya.
Selain pencurian komponen lampu yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab, lanjut Ali, beberapa penyebab penerangan jalan mati diantaranya cuaca buruk seperti angin yang kencang maupun hujan dan massa lampu yang sudah lama.
Namun, penyebab tersebut jumlahnya sangat sedikit dibanding akibat pencurian komponen.
Saat ini, pihaknya tengah memikirkan konsep smart lighting di mana nantinya seluruh penerangan jalan umum dapat terkontrol langsung dari kantor Disperkim Kota Semarang.
Smart lighting ini nantinya juga akan lebih praktis lantaran dapat langsung dinyalakan maupun dimatikan dari ruang kontrol.
Adapun ruanh kontrol saat ini sudah dipersiapkan.
"Kami sudah membangun ruang kontrol."
"Nanti akan kami integrasikan dengan ruang kontrol milik Diskominfo agar mempermudah pengawasan," bebernya.
Ali menambahkan, sementara ini titik yang menjadi uji coba smart lighting yakni di Jalan Jendral Soedirman.
Penerangan di jalan tersebut sudah menggunakan jenis lampu smart.
Rencananya, pihaknya akan memperluas lampu smart di beberapa jalan protokol kemudian merambah hingga jalan perkampungan.
"Kami akan terapkan smart lighting secara bertahap."
"Rencananya akan kami launching pada Oktober besok."
"Kami berharap program pemerintah ini turut didukung dan dijaga bersama-sama agar Kota Semarang bisa terang dan aman," ucapnya.
Lebih lanjut, dia juga masih bernegosiasi dengan beberapa stakeholder terkait inovasi-inovasi penerangan jalan.
Dia juga akan berkoordinasi dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, terkait inovasi penerangan yang ditawarkan oleh sejumlah stakholder. (Eka Yulianti Fajlin)