Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Diduga Ada Masalah Keluarga, Seorang Pria di Banyumas Ditemukan Tewas Tergantung Dalam Kamar

Seorang pria di Desa Kedungrandu, RT 4 RW 2, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas ditemukan dalam kondisi tergantung

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG/Istimewa
Sejumlah petugas kepolisian mendatangi lokasi ditemukannya pria tergantung di Desa Kedungrandu, RT 4 RW 2, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas saat ditemukan pria dalam kondisi gantung diri, pada Minggu (15/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Seorang pria di Desa Kedungrandu, RT 4 RW 2, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas ditemukan dalam kondisi tergantung, pada Minggu (15/9/2019).

Pria tersebut adalah atas nama Ahmad Kodirin (40) seorang buruh yang ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan seutas tali di leher sekira pukul 15.30 WIB.

Kronologi kejadian bermula pada saat Minggu (15/9/2019), pelaku terlihat seusai salat Asar berjamaah di masjid Bani Ismail.

Korban pada waktu itu pulang dan masuk rumah dan kamar, lalu langsung mengunci pintu.

Setelah itu saksi I Tugiyah (60) memberitahukan kepada saksi II, Ahmadi bahwa kakaknya masuk kamar dan dikunci.

Ahmad lalu mencoba memanggil korban namun tidak mendapatkan jawaban.

Barulah setelah itu pintu kamar korban didobrak dan melihatnya sudah dalam kondisi tergantung.

Tugiyah dan Ahmad mencoba menolong korban karena diduga kala itu masih dalam keadaan hidup.

Namun ternyata korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Barulah setelah itu Ahmad melaporkannya ke pihak kepolisian.

Berdasarkan hasil identifikasi Dokter Puskemas dan Inafis Polres Banyumas menunjukan bahwa ada tali nilon menjerat leher korban.

Pada saat ditemukan korban memakai baju lengan pendek, memakai sarung, dan mengeluarkan cairan dari beberapa bagian tubuh.

"Betul ada orang gantung diri, dari hasil identifikasi menunjukan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasaan atau penganiayaan," ujar Kapolsek Patikraja, Iptu Supriyanto kepada Tribunjateng.com, Senin (16/9/2019).

Dari kejadian bunuh diri tersebut polisi mengamankan seutas tali nilon sepanjang 200 sentimeter.

Korban melakukan tindakan bunuh diri diduga adanya masalah keluarga, yaitu jauh dari anak dan istri.

Istrinya sudah bekerja di Singapura dan sudah lama tidak pulang kerumah.

Setelah digugat cerai oleh sang istri sementara anak bekerja di Kalimantan. (Tribunjateng/jti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved