Jateng Jadi Pilot Project Gerakan Menabung di Sekolah

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, menetapkan Jateng sebagai pilot project gerakan nasional menabung.

Jateng Jadi Pilot Project Gerakan Menabung di Sekolah
Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG --Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, menetapkan Jateng sebagai pilot project gerakan nasional menabung.

Gerakan itu bakal menyasar seluruh pelajar SMP dan menggandeng beberapa bank di provinsi ini. Wimboh menilai, hal itu bakal menjadi bagian dari upaya memacu potensi pertumbuhan ekonomi di Jateng.

"Wujudnya ini tabungan digital. Mereka (para pelajar-Red) tidak pegang buku tabungan. Praktiknya, di sekolah itu bendahara kelas diberi mesin. Mesinnya diberi oleh bank," kata Wimboh, saat bertemu Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Semarang, Jumat (13/9), melalui keterangan tertulis.

Menurut dia, aktivitas itu akan dilakoni setiap Senin. Sehingga, hari itu akan dijadikan hari menabung. Lalu, pada Senin sore, pihak bank akan mengambil uang itu ke sekolah-sekolah.

Setiap tahun ajaran baru, Wimboh menuturkan, siswa harus memiliki buku tabungan yang didapatkan tanpa biaya administrasi.

Gerakan ini akan dilakukan secara bertahap sedari tingkat SMP. Kemudian, dilanjutkan di SMA, sehingga pelajar otomatis akan memiliki tabungan yang lebih banyak.

Guru besar tidak tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo itu, menyatakan, pertumbuhan ekonomi saat ini bergantung pada inovasi yang dilakukan.

Presiden Jokowi, kata dia, menginginkan harus ada tendangan keras di bidang ekonomi. Wimboh berujar, gerakan menabung nasional itu merupakan tendangan keras dari OJK sebagai jurus untuk membantu pertumbuhan ekonomi nasional.

"Akhirnya kami putuskan Jawa Tengah sebagai pilot project, karena potensinya paling besar di Tanah Air, yakni dari segi pertumbuhan ekonomi, SDM, pertanian, kelautan, dan lain-lain," jelasnya.

Dua target

Ganjar dan Wimboh sepakat untuk menandatangani kerja sama gerakan menabung itu di 3.350 SMP di Jateng. Ganjar menyatakan, gerakan menabung itu memiliki dua target sekaligus, yakni pertumbuhan makro ekonomi dan edukasi ekonomi.

Untuk pertumbuhan ekonomi, menurut dia, efeknya akan paling terasa dari gerakan ini. Terlebih, Jateng memiliki siswa SMP sebanyak 1,2 juta orang.

"Evaluasinya saat ini yakni sejauh mana bisa menyiapkan edukasi ekonomi. Ini butuh waktu panjang, bukan sekadar perbankan yang jalan, tapi seluruh masyarakat," paparnya.

Ganjar mengungkapkan, aktivitas itu baru sebatas pelajar SMP. Tetapi, tidak menutup kemungkinan akan mengedukasi para orangtua siswa.

"Karena gerakan ini juga harus memberi pemahaman pada orangtua agar ikut mengatur uang saku anaknya. Saya jadi kepikiran ini kalau dimulai SD dan TK, jauh lebih menarik, karena yang menabung pasti orangtuanya," tukas dia. (mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved