Mengintip Cara Tanam Sayur Sistem Akuaponik Milik Furqon, Lebih Efisien Bisa Panen Ikan

Sehingga dalam setahun terakhir ini, berbekal lahan seadanya di pekarangan rumahnya ia mencoba sistem akuaponik.

Mengintip Cara Tanam Sayur Sistem Akuaponik Milik Furqon, Lebih Efisien Bisa Panen Ikan
Tribun Jateng/Dina Indriani
Muhammad Furqon memanen sayur kangkung yang ditanam menggunakan sistem akuaponik di pekarangan samping rumahnya, Senin (16/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Dengan memanfaatkan pekarangan di samping rumahnya, Muhammad Furqon warga Desa Wates Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah bisa menyalurkan hobi bertaninya di rumah.

Kecintaannya di bidang pertanian mendorong Furqon untuk terus belajar agar tidak kalah dengan petani di negara maju.

Sehingga dalam setahun terakhir ini, berbekal lahan seadanya di pekarangan rumahnya ia mencoba sistem akuaponik.

Furqon menjelaskan akuaponik adalah sistem pertanian yang mengkombinasikan hidroponik dan akuakultur.

Menurutnya, sistem akuaponik cocok diterapkan dalam sebuah pekarangan yang tidak luas seperti di rumah, kantor, balkon dan areal yang sempit lainnya.

"Selain efisien, hasil panen pun bisa mendapat dua macam, yakni sayuran atau perikanan.

Dengan ini maka pertanian sistem akuaponik dapat mengubah kebiasan bertani tradisional ke pertanian modern," terangnya Senin (16/9/2019).

Dijelaskannya, keunggulan dari akuaponik sendiri adalah sangat hemat air, karena air dalam budidaya ikan disirkulasi dan dialirkan ke media tanaman.

"Dalam akuaponik, kotoran ikan diberikan kepada tanaman namun diubah dulu menjadi nitrat dan nitrit melalui proses alami dan menghasilkan nutrisi untuk konsumsi tanaman," jelasnya.

Muhammad Furqon saat memanen sayur kangkung yang ditanam menggunakan sistem akuaponik di pekarangan samping rumahnya, Senin (16/9/2019).
Muhammad Furqon saat memanen sayur kangkung yang ditanam menggunakan sistem akuaponik di pekarangan samping rumahnya, Senin (16/9/2019). (Tribun Jateng/Dina Indriani)

Dikatakannya, tanaman sayuran sesuai dengan daerah masing-masing, sementara untuk ikan nutrisi yang baik untuk tanaman menurutnya adalah lele, gurame, bawal.

"Kalau saya ini sayuran kangkung sangat bagus, ini saya masih mencoba yang bawang dan kombinasinya dengan budidaya ikan lele," ujarnya.

Dalam seminggu Furqon bisa memanen dua kali dan sekali panen mendapatkan tiga kilogram kangkung organik.

Sementara untuk budidaya lele, dapat dipanen tiap dua bulan sekali.

Meski sistem tanaman akuaponik ini masih belum dikenal, Furqon terus gencar berpromosi ke petani lain dan generasi muda agar semakin dikenal dan petani batang bisa menjadi petani modern.

"Saya berharap tidak hanya petani saya tapi warga juga bisa ikut membudidayakan sistem akuaponik," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved