Pemerintah Pusat Akan Serah Terima Kampung Bahari Tambaklorok ke Pemkot Semarang

Pemerintah Pusat akan segera melakukukan final hand over (FHO) atau serah terima Kampung Bahari Tambaklorok kepada Pemerintah Kota Semarang

Pemerintah Pusat Akan Serah Terima Kampung Bahari Tambaklorok ke Pemkot Semarang
Warga melintasi area pembangunan jalan Kampung Bahari Tambaklorok, Semarang Utara, Minggu (9/9/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Pusat akan segera melakukukan final hand over (FHO) atau serah terima Kampung Bahari Tambaklorok kepada Pemerintah Kota Semarang pada 26 Oktober 2019 mendatang.

Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Kawasan Permukiman Strategis (PKPS), Pramihardi Nur Cahyono menuturkan, Pemerintah Pusat akan tetap melakukan serah terima pada Oktober nanti meskipun saat ini Pembangunan Tambaklorok belum sepenuhnya rampung.

Pihaknya akan melakukan pengecekan dan pembenahan titik-titik yang perlu untuk dibenahi sebelum dilakukan serah terima.

Dikatakan, pembangunannya memang belum 100 persen rampung. Progres berhenti hingga 96 persen pembangunan.

Belum rampungnya pembangunan disebabkan lantaran beberapa lahan yang seharusnya dijadikan sebagai infrastruktur jalan masih belum bebas, sedangkan kontrak proyek tersebut sudah berakhir pada April 2019 lalu. Kemudian, masa pemeliharaan dilakukan hingga Oktober 2019.

"Pembangunan yang kemarin memang belum 100 persen. Progresnya 96 persen tapi kami anggap sudah 100 persen karena kontraknya sebenarnya sudah selesai sejak April 2019 lalu," ungkap Pramihardi, Senin (16/9/3019).

Menurutnya, untuk merampungkan pembangunan sebelum serah terima kemungkinannya sangat kecil. Sebab, enam bangunan masih berdiri kokoh.

Empat dari enam bangunam tersebut sebenarnya sudah dapat dibongkar karena proses negosiasi sudah sepakat. Sedangkan dua bangunan lainnya memang masih belum sepakat.

"Tarakhir kami cek ke lapangan pekan lalu, enam bangunan tersebut masih kokoh berdiri. Ada satu yang sudah mulai dibongkar tapi belum tuntas. Inilah yang menghambat kami selama ini," kata Pramihardi.

Lebih lanjut, Pramihardi mengatakan, penyelesaian pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok harus dilakukan lelang lagi.

Dia berharap, penyelesaian pembebasan lahan tidak sampai berlarut-larut agar penyelesaian proyek nasional ini dapat segera dilanjutkan.

"Kami sempat koordinasi dengan Pemkot Semarang memang belum ada tindakan untuk merobohkan karena ada yang belum sepakat. Masih kurang dua lahan. Kami dari pusat sudah berusaha untuk membantu, tinggal sekarang kekurangan itu kami harap ada ketegasan dari Pemkot," paparnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved