212 Personil Kepolisian Dikerahkan Amankan Tradisi Ziarah Makam Syekh Abul Kohar di Ngampel Blora

Sejumlah 212 personil kepolisian dikerahkan untuk memberikan pengamanan pada tradisi ziarah makam Syekh Abdul Kohar di Ngampel Blora

212 Personil Kepolisian Dikerahkan Amankan Tradisi Ziarah Makam Syekh Abul Kohar di Ngampel Blora
Polres Blora
Petugas kepolisian dikerahkan untuk memberikan pengamanan pada tradisi ziarah makam Syekh Abdul Kohar di Desa Ngampel Kecamatan/Kabupaten Blora, Senin (16/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Sejumlah 212 personil kepolisian dikerahkan untuk memberikan pengamanan pada tradisi ziarah makam Syekh Abdul Kohar di Desa Ngampel Kecamatan/Kabupaten Blora, Senin (16/9/2019).

Diceritakan bahwa Syeh Abdul Qohar merupakan salah satu keturunan Kesultanan Demak, dari garis Joko Tingkir (Raden Hadiwijaya).

Urutan silsilahnya menurut sejarah Blora ini adalah sebagai berikut.

Raden Hadiwijaya menikahi putri Sultan Trenggono kemudian lahirlah Sumahadiningrat.

Ketika telah dewasa, Sumahadiningrat menikah dan memiliki satu putri dan dua putra.

Putri itu bernama Nyai Ageng Malduwut (Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban). Dan dua putra masing – masing Syeh Abdul Qohar Ngampelgading dan Kyai Abdullah Mutamakkin Kajen Kabupaten Pati.

Syeh Abdul Qohar, pada masa mudanya memiliki kebiasaan mengembara.

Seolah beliau tidak menghiraukan status kebangsawanan Demak yang melekat pada pribadi beliau, perjalanan mengikuti arus sungaipun dilakukan.

Sampai suatu ketika, Syeh Abdul Qohar muda bertemu dengan salah satu ulama kharismatik dari desa Tambak Selo, sebuah desa di perbatasan Blora – Rembang saat ini.

Ulama Kharismatik ini bernama Kyai Nur Faqih yang menyarankan agar jangan selalu mengembara.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved