UPDATE : Lokasi Gudang Bom Meledak Masih Dijaga Ketat

Memasuki hari kedua pasca meledaknya beberapa bom di sebuah gudang penyimpanan bom Brimob Kompi 1 Srondol, Banyumanik

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
saiful masum
Warga Sekitar Mako Brimob Srondol 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Memasuki hari kedua pasca meledaknya beberapa bom di sebuah gudang penyimpanan bom Brimob Kompi 1 Srondol, Banyumanik, Kota Semarang, kemarin petugas terus berupaya menstabilkan situasi dan kondisi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setelah berhasil mengamankan separo lebih bahan peledak sisa dari 40 yang terdata pada hari pertama, upaya serupa juga dilakukan pada hari kedua, Minggu (15/9).

Terpantau di sekitar Mako Brimob dalam keadaan penjagaan rapat. Sejumlah akses pun masih ditutup disertai penjagaan oleh tim kepolisian.

Adapun pada lokasi gudang  tampak 4-7 orang dengan berseragam hitam. Beberapa di antaranya melihat-lihat bongkahan reruntuhan bangunan yang tertutup terpal pada sebagian sisi.

Sesekali mereka tampak berdiskusi dengan terlihat saling ngobrol satu sama lain.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Jateng, upaya untuk mencari sisa-sisa bahan peledak terus diupayakan. Hal tersebut dimaksudkan agar proses penyelidikan oleh tim penyelidik laboratorium forensik maupun Inafis bisa segera dilaksanakan.

Hingga sore hari, tim penyelidik pun kabarnya belum bisa melaksanakan tugasnya atas arahan atasan. Para anggota Brimob pun tampak hanya berjaga-jaga di beberapa titik sentral guna mengamankan lokasi. 

Sementara itu, janji Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel untuk memperbaiki serta mengganti kerusakan rumah warga dengan cepat akibat getaran yang dihasikkan dari sebuah ledakan, langsung dilakukan.

Karo Logistik Polda Jateng Kombes Pol M Zari turut hadir meninjau lokasi. Ia menyebutkan, dari jumlah 44 rumah terdata sekitar 40 persen di antaranya sudah berhasil diperbaiki atas komando Kapolda sejak Sabtu (14/9).

Untuk 28 rumah di wilayah RT 05/RW02 Kelurahan Srondol Wetan sudah berhasil diperbaiki 3 rumah dengan kerusakan terparah. Sedangkan 16 rumah lain yang berada di RT 06/RW 02, 15 di antaranya sudah berhasil diperbaiki.

"Kita prioritaskan yang mengalami rusak berat. Perbaikan meliputi penggantian atap rumah, plafon, dan juga penggantian kaca jendela," terangnya, Minggu (15/9).

Pada hari kedua perbaikan, pihaknya menambah 4 tukang dari 16 tukang pada hari pertama menjadi 20 tukang. Hal tersebut dimaksudkan agar upaya perbaikan bisa segera terselesaikan.

"Perbaikan setelah dilaporkan pengecekan dari tim pada prinsipnya semua kerusakan yang terdampak kita perbaiki. Bakan jika ada tembok yang retak kita perbaiki. Setidaknya ada 3 rumah yang rusaka berat dengan lokasi terdekat dari gudang. Setelah itu baru lanjut asrama Brimob (bangunan wilayah brimob).

"Yang jelas kehati-hatian, keselamatan faktor utama harus dijaga. Kalau ada yang rusak segera dicatat barangkali ada tambahan," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved