BI Tegal Sosialisasi Keuangan dan Edukasi melalui Pagelaran Wayang Kulit

Bank Indonesia perwakilan Tegal menghelat pagelaran wayang kulit di Desa Api-api, Kecamatan Wonokerto

BI Tegal Sosialisasi Keuangan dan Edukasi melalui Pagelaran Wayang Kulit
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti saat menyerahkan wayang kulit secara simbolis kepada dalang wayang kulit Sigit Wardono 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Dalam rangka sosialisasi keuangan dan edukasi keuangan. Bank Indonesia perwakilan Tegal menghelat pagelaran wayang kulit di Desa Api-api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Senin(16/9/2019).

Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia (BI) Tegal Uke Sumajana mengatakan pihaknya memperkenalkan mengenai Bank Indonesia kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

"Bank Indonesia berbeda dengan bank pada umumnya. Tugasnya diatur Undang-Undang. Bank Indonesia hanya menerima setoran dari bank lain, bisa dikatakan BI adalah Bank nya bank.

Oleh karena itu, melalui pagelaran Wayang bisa menjelaskan peran dan fungsi Bank Indonesia," kata Uke kepada Tribunjateng.com.

Uke menjelaskan tugas utama BI yakni menjaga stabilitas keuangan, antara lain yakni bagaimana menjaga inflasi.

"Inflasi adalah kondisi naiknya harga-harga. Di daerah ada tim pemantau inflasi daerah, di Kabupaten diketuai oleh Bupati. BI akan memberikan informasi atau masukan kepada pemkab terkait harga-harga kebutuhan pokok," ungkapnya.

Wakil Bupati Pekalongan Arini: Kehadiran BI Diharap Mampu Tangkal Berita Hoaks Ekonomi

Guna mencegah terjadinya inflasi atau stabilitas harga yang kurang baik, pihaknya akan memberikan masukan kepada bupati, seperti langkah-langah apa yang harus diambil.

"Dicontohkan, kenaikan harga biasanya disebabkan karena terbatasnya ketersediaan barang kebutuhan masyarakat seperti daging sapi pada waktu menjelang Idul Fitri. Karena persediaannya yang terbatas, harga menjadi naik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Api-api Komarudin mengatakan, kegiatan semacam ini sudah lama tidak diadakan karena adanya bencana rob, pihaknya mengajak kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk tumbuh kembali sesuai tema yakni Greget Membangun.

"Berharap kegiatan ini bisa diselenggarakan secara rutin dan menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, terlebih dengan kondisi wilayah Kecamatan Wonokerto yang cenderung membaik dengan adanya tanggul penahan rob," katanya.

Komarudin berharap pagelaran wayang dan sosialisasi ini dapat menjadi kenangan dan dinantikan oleh masyarakat pada kemudiaan hari serta dengan kerjasama Bank Indonesia dapat terus berlanjut.

"Saya atas nama masyarakat desa mengucapkan terimakasih kepada BI, semoga kedepan dapat bekerjasama lagi," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved