Enam Rumah Sakit Tapi Cuma Satu yang Miliki Bank Darah di Purbalingga, Imam: Sungguh Ironis
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah Imam Triyanto mengimbau agar semua rumah sakit di Jawa Tengah memiliki bank darah.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah Imam Triyanto mengimbau agar semua rumah sakit di Jawa Tengah memiliki bank darah.
Ini sesuai amanat Permenkes RI Nomor 83 Tahun 2014 tentang Unit Transfusi Darah, Bank Darah Rumah Sakit, dan Jejaring Pelayanan Transfusi Darah, BAB III Pasal 40.
“Jangan sampai ada kisah keluarga pasien lari-lari cari darah ke PMI. Jangan sampai nyawa tak tertolong karena tidak tersedianya bank darah di rumah sakit,” katanya dalam Peringatan HUT ke 74 PMI di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Selasa (17/9/2019).
Menurut informasi dari PMI Purbalingga, saat ini total ada enam rumah sakit di Purbalingga.
Ironisnya, baru RS Goeteng Taroenadibrata yang telah memiliki bank darah.
Meski demikian, menurut data yang diterima Imam, kebutuhan darah di Jawa Tengah, termasuk Purbalingga telah terpenuhi oleh PMI hingga 99,9 persen.
Ini tak lepas dari kesadaran tinggi masyarakat untuk mendonorkan darahnya.
Mereka tidak pernah bertanya, untuk siapa darahnya itu diberikan.
Mereka pun tidak meminta bayaran dari darah yang telah dikeluarkan.
"Inilah yang menjadi filosofi sekaligus inspirasi PMI dalam menjalankan peran bantu di bidang kemanusiaan,” jelasnya.
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi berharap PMI mampu bersinergi dengan pemerintah.
Ia mengapresiasi PMI yang turut membantu mengatasi masalah kekeringan dengan suplai air bersih. (Khoirul Muzakki)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pmi-kabupaten-purbalingga.jpg)