Jumlah Penerima PKH Menyusut di Pemalang, Capai 3 Ribu Orang, Mundur Karena Malu Dilabeli Miskin

Jumlah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pemalang saat ini berkurang.

Jumlah Penerima PKH Menyusut di Pemalang, Capai 3 Ribu Orang, Mundur Karena Malu Dilabeli Miskin
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Labelisasi yang dilakukan pihak Desa Tundagan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang ke rumah penerima bantuan PKH, Selasa (17/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Jumlah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pemalang saat ini berkurang.

Data dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pemalang, penyusutan jumlah penerima bantuan PKH mencapai 3 ribu orang.

Hal tersebut dikarenakan ribuan orang mengundurkan diri menjadi perseta penerima manfaat PKH.

Menurut Supardi, Kabid Sosial di Dinsos Kabupaten Pemalang, jumlah penerima bantuan PKH di Pemalang kini mencapai 60 ribu orang.

“Awalnya 63 ribu orang, ada penyusutan mencapai 3 ribu orang. Penyusutan dikarenakan penerima bantuan mengundurkan diri,” jelasnya, Selasa (17/9/2019).

Dilanjutkannya, selain warga penerima bantuan merasa sudah mampu, beberapa karena malu adanya labelisasi ke rumah penerima bantuan.

“Beberapa mengundurkan diri karena malu rumahnya dilabeli tulisan keluarga miskin penerima bantuan,” paparnya.

Supadi menuturkan, labelisasi yang diberlakukan di Pemalang berdasarkan surat edaran dari Pemerintah Pusat.

“Ada edaran resmi dari Kemesos RI yang turun ke Gubernur Jawa Tengah dan ke Pemkab Pemalang."

"Jadi dasar gerakan labelisasi dari edaran Pemerintah Pusat. Terkait pelaksanaan diserahkan ke desa masing-masing,” katanya.

Ditambahkannya, selain di Kecamatan Watukumpul, kecamatan lainnya juga sedang bergerak melakukan hal serupa.

“Kecamatan Ampel Gading, Ululjami, Randudongkal, dan Bodeh mulai meniru gerakan labelisasi."

"Mudah-mudahkan adanya gerakan labelisasi bisa menyadarkan warga mampu agar tidak menerima bantuan,” tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved