Mangkal di Jalanan, 24 PSK dan 5 Waria Dikirim ke Panti Rehabilitasi Surakarta

Satpol PP Kota Semarang mengirim 24 pekerja seks komersial (PSK) dan 5 wanita pria (waria) ke Panti Rehabilitasi Sosial Surakarta

Mangkal di Jalanan, 24 PSK dan 5 Waria Dikirim ke Panti Rehabilitasi Surakarta
Istimewa
Petugas Satpol PP Kota Semarang melakukan yustisi pekerja seks komerisal (PSK) di sejumlah jalanan Kota Semarang, Senin (16/9/2019) malam 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satpol PP Kota Semarang mengirim 24 pekerja seks komersial (PSK) dan 5 wanita pria (waria) ke Panti Rehabilitasi Sosial Surakarta.

Mereka dikirim ke panti tersebut pasca tertangkap basah oleh petugas saat mangkal di jalanan Kota Semarang, Senin (16/9/2019) malam.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, mereka dikirim ke panti sosial agar bisa mendapatkan pembinaan secara maksimal.

Diharapkan, mereka dapat hidup normal dengan meninggalkan pekerjaannya sebagai wanita penghibur dan mulai membuka usaha secara mandiri selepas mendapatkan pembinaan sekitar tiga bulan lamanya.

"Kami sudah melakukan yustisi empat kali. Tiga kali kemarin kami hanya memberikan pembinaan. Kali ini, mereka kami kirim ke panti rehabilitasi," ungkap Fajar, Selasa (17/9/2019).

Adapun 29 orang yang dikirim ke panti rehabilitasi tersebut, didapat saat yustisi PSK di daerah yang sama seperti yustisi sebelumnya, diantaranya kawasan Poncol, Jalan Imam Bonjol, daerah Tanggul Indah (TI), dan daerah Coyo Kalibanteng.

Fajar pun mengungkapkan sedikit rasa marah dan kecewanya lantaran pada yustisi keempat ini pihaknya masih saja menjumpai PSK yang mangkal di jalanan.

Meski demikian, dia tidak akan menyerah untuk terus menyisir dan menertibkan para PSK maupun waria yang mangkal di jalanan.

Berdasarkan data dari Satpol PP Kota Semarang, sebagian besar PSK berasal dari luar Kota Semarang.

Menurut Fajar, keberadaan mereka tentu sangat merusak citra kota.

Apalagi, Wali Kota Semarang telah menciptakan kota ini senyaman mungkin.

Sehingga, dia berharap, para pendatang dari luar Kota Semarang dapat turut mendukung kenyamanan dan kondusifitas kota ini dengan tidak bekerja sebagai penghibur malam.

Diakuinya, petugas memang kerap kucing-kucingan dengan para PSK saat melakukan yustisi. Dia pun akan terus melakukan yustisi secara rutin agar memberikan shock therapy kepada mereka.

"Kami ingin menciptakan Semarang terus nyaman. Saya pun sempat emosi saat menjumpai para PSK mangkal di jalanan. Tapi, kami akan terus rutin melakukan operasi. Saya yakin kedepan mereka tidak akan bermain lagi dan kota ini akan bersih," katanya.

Tidak hanya di sejumlah ruas jalan, Fajar berencana akan memperluas operasi dengan mendatangi tempat karaoke yang dimungkinkan terjadi transaksi prostitusi. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved