Pertegas Sebagai Kampus Indonesia Mini, UKSW Salatiga Gelar Pertunjukkan Budaya Indonesia

Selama tiga hari, mahasiswa baru Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menggelar pentas budaya Indonesia dengan mengusung tema ‘Museum

Pertegas Sebagai Kampus Indonesia Mini, UKSW Salatiga Gelar Pertunjukkan Budaya Indonesia
IST
Penampilan sejumlah mahasiswa baru UKSW Salatiga dalam pagelaran budaya di halaman Kantor Walikota Salatiga, Senin (16/9/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Selama tiga hari, mahasiswa baru Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menggelar pentas budaya Indonesia dengan mengusung tema ‘Museum Negeri Pahlawan’ di halaman Kantor Walikota Salatiga Senin-Rabu (16-18/9/2019).

Mereka mementaskan keragaman budaya baik kesenian tari dan musik bagi masyarakat Kota Salatiga yang datang menyaksikan yang dikemas melalui kegiatan bertajuk Pagelaran Budaya Indonesia”.

Koordinator Pengabdian Masyarakat OMB UKSW Salatiga 2019 Giner Maslebu mengatakan bagi pengunjung disuguhi dengan sejumlah kesenian musik, tarian dan teatrikal kolaborasi etnis.

Kegiatan yang dihelat sejak kemarin sore tersebut dibuka dengan penampilan kelompok Karawitan UKSW dengan membawakan lagu tema Wacana Budaya di panggung utama.

“Tidak hanya itu pengunjung juga dapat menikmati stand etnis yang didekor sedemikian rupa sehingga pengunjung dapat memperdalam pengetahuan mengenai sejumlah etnis di Indonesia seperti Lampung, Kalimantan, Batak, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, serta Minahasa,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (17/9/2019).

Anak-anak TK Nabila Petir Senang Ada Volunter WNA Asal Austria Mengajar Bahasa Inggris

Si Banter, Sistem Pembayaran Non Tunai Uji KIR di Dishub PKP Karanganyar Diresmikan Bupati

Ruas Jalan Pemalang-Tegal Rusak Parah, Umi : Mohon Bersabar, Perbaikan Masuk Tahun Anggaran 2020

Jaksa KPK Ajukan Pernyataan Sikap Banding Atas Putusan yang Dikenakan Lasito

Menurut Giner Maslebu, tiap stand etnis memamerkan beragam makanan, souvenir, baju adat, lukisan hingga berbagai peralatan tradisional yang sengaja dihadirkan dari daerah masing-masing. Pada saat bersamaan, juga pengunjung berkesempatan mencicipi makanan yang disediakan mulai pundang atau ikan asin, sambel rimbang dan kanda sarai sebagai pelengkap lauk makanan khas Kalimantan Tengah.

Adapun mahasiswa etnis Minahasa menyuguhkan bubur tinutuan dan mie cakalang.

Ia menambahkan, sembari berkeliling mengunjungi stand etnis, pengunjung dapat menyaksikan kesenian musik dan tarian tradisional.

Diluar itu lanjutnya, acara yang masih akan berlangsung hingga Rabu ini juga dimeriahkan dengan kegiatan belajar membatik oleh Batik Selotigo dan tato tradisional temporer oleh mahasiswa etnis Kalimantan.

“Dari kegiatan ini kami ingin mempertegas eksistensi UKSW sebagai Indonesia Mini di tengah Kota Salatiga yang sejuk dan majemuk.

Pengabdian masyarakat sengaja dirancang dengan melibatkan mahasiswa baru UKSW ke dalam kolaborasi kegiatan etnis dalam upaya memperkenalkan tradisi kebudayaan bangsa Indonesia kepada masyarakat Kota Salatiga,” katanya

Seorang pengunjung Naryo asal Kabupaten Pati yang sudah sebelas tahun menetap di Salatiga ikut menikmati acara OMB UKSW tahun ini.

Menurutnya, kegiatan yang menjadi rangkaian acara OMB ini sangat bagus karena mengedukasi masyarakat mengenai budaya Indonesia.

“Acara ini perlu digelar lagi tahun depan ya, karena memang kampus tidak mengadakan perpeloncoan dan mengajak mahasiswa baru mengenalkan keragaman budaya Indonesia,” ujarnya. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved