Bupati Asip : Kehadiran Para Hafidzah Membawa Berkah Bagi Pemkab Pekalongan

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, Jam'iyyah Mudarasatil Qur'an Lil Hafizhat (JMQH) harus didukung dan disupport karena pemerintah

Bupati Asip : Kehadiran Para Hafidzah Membawa Berkah Bagi Pemkab Pekalongan
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menghadiri silaturahmi dan deklarasi Jam'iyyah Mudarasatil Qur'an Lil Hafizhat (JMQH) Kabupaten dan Kota Pekalongan, di Pendopo Kabupaten Pekalongan di Kajen, Rabu (18/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, Jam'iyyah Mudarasatil Qur'an Lil Hafizhat (JMQH) harus didukung dan disupport karena pemerintah membutuhkan tidak hanya ayat suci Al-Qur'an yang dibaca tiap hari, tetapi juga kontekstualisasi ajaran-ajaran Al-Qur'an dalam penerapan pemerintahan.

"Kabupaten Pekalongan selalu bertumpu pada kaidah ajaran yang tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur'an dan sunnah rasul.

Mendesain kebijakan untuk kemaslahatan umat.

Alangkah naif dan celakanya apabila kita mendesain kebijakan tetapi tidak tertumpu pada hukum Allah SWT," kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menghadiri silaturahmi dan deklarasi JMQH Kabupaten dan Kota Pekalongan, di Pendopo Kabupaten Pekalongan di Kajen, Rabu (18/9/2019).

Asip mengungkapkan para Hafizhat yang melantunkan dan menghafalkan ayat Al-Qur'an sampai 30 Juz di pendopo Kabupaten mempunyai maksud agar Kabupaten Pekalongan mendapatkan berkah dan diridhoi Allah SWT.

Kebakaran Kembali Terjadi di Kawengen Ungaran, Api Membakar Lahan Warga dan Perkebunan PTPN IX

Pencuri Jebol Tembok Alfamart di Pekalongan, Rokok hingga Kosmetik Senilai Rp 30 Juta Digondol

Mayjen TNI Mochamad Effendi Buka Bakti Sosial di Batang, Ada Pengobatan Gratis hingga Sunat Massal

"Berkah dari kehadiran para hafidzah sangat diperlukan demi menunjang terwujudnya pemerintahan yang bagus untuk kemaslahatan umat.

Tanpa dukungan dari para kyai, para habaib, para hafidz dan hafidzah, kami tidak bisa mencapai cita-cita yang kita inginkan dalam membangun Kabupaten Pekalongan," ujarnya.

Bupati menjelaskan, pihaknya tidak saja membangun jalan, jembatan, pasar, rumah sakit, tempat-tempat pendidikan, perguruan tinggi, dan sarana yang lainnya.

Akan tetapi, juga melakukan penguatan lembaga-lembaga pendidikan agama.

"Pendidikan agama tingkat dasar Kabupaten Pekalongan hampir mempunyai 52 ribu santri TPQ, Paud/Madin.

Kemudian, juga punya kurang lebih 7ribu ustad/ustadzah yang mengajar di TPQ, Paud atau Madin.

Kita juga mendapat barokah, ternyata kita mempunyai ratusan hafidz/hafidzah yang merupakan potensi besar bagi Kabupaten Pekalongan terutama dalam bidang penguatan nilai-nilai agama Islam," terangnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved