Kerajaan Arab Saudi Terus Kumpulkan Bukti, Pasca Kilang Minyak Aramco Hancur Diserang Rudal

Pemerintah Arab Saudi mengatakan serangan yang menghancurkan dua fasilitas kilang minyaknya akhir pekan lalu, datang dari arah "utara".

Kerajaan Arab Saudi Terus Kumpulkan Bukti, Pasca Kilang Minyak Aramco Hancur Diserang Rudal
Reuters via BBC
Citra satelit memperlihatkan kerusakan yang diderita pabrik minyak milik Arab Saudi, Aramco, dalam serangan drone yang terjadi Sabtu dini hari (14/9/2019). AS menuduh Iran bertanggung jawab dalam serangan tersebut. 

TRIBUNJATENG.COM - Pemerintah Arab Saudi mengatakan serangan yang menghancurkan dua fasilitas kilang minyaknya akhir pekan lalu, datang dari arah "utara".

Selain arah datangnya serangan, Riyadh juga meyakini jika serangan yang menyasar fasilitas di Abqaiq dan Khurais, tersebut tidak diragukan lagi, telah mendapat dukungan dari Iran.

Namun otoritas kerajaan Arab Saudi hingga kini masih menyelidiki untuk mengetahui dari mana "tepatnya" serangan tersebut diluncurkan.

"Serangan itu diluncurkan dari ärah utara dan disponsori oleh Iran. Kami sedang bekerja untuk mengetahui titik peluncuran yang tepat," kata juru bicara kementerian pertahanan Arab Saudi, Turki al-Maliki pada konferensi pers, Rabu (18/9/2019).

Namun al-Maliki menegaskan jika pihaknya tidak tertarik untuk mengetahui apakah Arab Saudi pada akhirnya percaya bahwa Iran adalah pelakunya.

Dilansir AFP, Arab Saudi meyakini bahwa mereka akan dapat menemukan dari mana pastinya senjata yang menghancurkan kilang minyak milik Aramco itu ditembakkan.

Maliki juga menunjukkan potongan-potongan yang dikatakannya adalah bagian dari rudal jelajah dan perangkat pesawat tanpa awak yang digunakan dalam serangan.

Potongan-potongan tersebut dikumpulkan dari lokasi serangan pada Sabtu dini hari yang ada di timur negara itu.

Disampaikan al-Maliki, kombinasi dari 18 unit drone dan tujuh rudal jelajah telah ditembakkan ke arah dua fasilitas minyak utama milik perusahaan Aramco dari arah yang mengesampingkan negara tetangga selatannya, Yaman, sebagai sumber.

Pernyataan tersebut kembali menegaskan posisi Riyadh yang menolak klaim kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam serangan.

Halaman
12
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved