Polisi 'Mbeling' Polres Semarang Akhirnya Selesai Nyantri di Pondok Pesantren, Ini Harapan Kapolres

Kapolres Semarang AKBP Adi Sumirat memimpin langsung penutupan kegiatan "Polisi Mesantren"di Pondok Pesantren Al Ikhlas Ungaran, Rabu (18/09/2019).

Polisi 'Mbeling' Polres Semarang Akhirnya Selesai Nyantri di Pondok Pesantren, Ini Harapan Kapolres
IST
Penutupan Polisi Mesantren Polres Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kapolres Semarang AKBP Adi Sumirat memimpin langsung penutupan kegiatan "Polisi Mesantren"di Pondok Pesantren Al Ikhlas Ungaran, Rabu (18/09/2019).

Dalam penutupan kegiatan Polisi Mesantren tersebut, selain Kapolres Semarang AKBP Adi Sumirat juga dihadiri PJU Polres Semarang, Ketua Bhayangkari Cabang Semarang beserta pengurus.

Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan Polisi Mesantren dilakukan selama 9 hari, yang dimulai sejak hari Senin tanggal 9 September 2019 lalu, dan berakhir hari Selasa tanggal 17 September 2019.

Kebakaran Kembali Terjadi di Kawengen Ungaran, Api Membakar Lahan Warga dan Perkebunan PTPN IX

Pencuri Jebol Tembok Alfamart di Pekalongan, Rokok hingga Kosmetik Senilai Rp 30 Juta Digondol

Mayjen TNI Mochamad Effendi Buka Bakti Sosial di Batang, Ada Pengobatan Gratis hingga Sunat Massal

Alat Berat Gali Tanah Pembangunan Rest Area Ungkap Riwayat Candi-candi yang Lenyap di Dieng

Selama 9 hari para peserta Polisi Mesantren yang merupakan anggota Polisi dari Polres Semarang yang awalnya didapati melanggar kode etik atau kedisiplinan dan dijadikan peserta program Polisi Mesantren agar Para polisi ini saat kembali pada tugasnya sebagai seorang polisi yang bermasyarakat maupun kembali ke pedomannya Tri Brata dan Catur Prasetya.

AKBP Adi mengungkapkan, kegiatan ini pertama kali atau perdana bagi Polres Semarang, dan selesainya program kegiatan Polisi Mesantren ini berharap para anggota dapat memahami arti akan dirinya dan tidak mengulang kesalahan yang diperbuatnya.

"Kegiatan sudah selesai dan akan di evaluasi, serta melihat perkembangan kedepannya bagi anggota - anggota tersebut.

Dan berharap Program ini akan tetap berlanjut tidak hanya di satu pondok pesantren saja namun di berbagai pondok pesantren lainnya.

Kegiatan ini juga memupuk keimanan dari anggota itu sendiri agar tidak mengulang dan sadar akan kesalahannya," jelasnya. (*)

Editor: muh radlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved