Warga Desa Korowelang Kulon Kendal Adakan Sedekah Laut, Beharap Hasil Laut Melimpah

Triyono mengatakan sebelum dilarung dilakukan doa bersama dengan para pemuka agama di balai desa

Warga Desa Korowelang Kulon Kendal Adakan Sedekah Laut, Beharap Hasil Laut Melimpah
Tribunjateng.com/Dhian Adi Putranto
Warga Desa Korowelang kulon melakukan tradisi sedekah laut agar hasil laut melimpah 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Berharap agar selama satu tahun kedepan hasil laut dan pertanian meningkat, masyarakat Desa Korowelang Kulon, Cepiring lakukan tradisi sedekah laut pada Rabu (18/9).

Sedekah yang berupa kepala kerbau dan aneka jajanan tradisional itu ditempatkan dalam sebuah miniatur kapal kemudian dilarung ke tengah laut Sebelum dilarung, miniatur kapal itu diarak sejauh satu kilometer yakni dari Balai Desa Korowelang sampai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanggul Malang.

Kepala Desa Korowelang Kulon, Triyono mengatakan bahwa tradisi sedekah laut itu dilakukan setiap tahun itu. Hal itu agar masyarakat desanya yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan itu mendapatkan hasil laut yang melimpah, sehingga masyarakat desa semakin sejahtera.

"Kegiatan ini dilakukan tiap Bulan Suro atau Bulam Muharram dalam kalender islam. Hal ini sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki yang kami terima selama tahun sebelumnya dan berharap pada tahun ini semakin dilimpahkan rezeki bagi warga desa kami," jelasnya.

Triyono mengatakan sebelum dilarung dilakukan doa bersama dengan para pemuka agama di balai desa. Waktu pelarungan pun juga ditentukan oleh para pemuka agama desa setempat.

"Selain itu kami juga berharap diberikan keselamatan oleh Tuhan yang Maha Esa agar saat melaut maupun melakukan pekerjaan lainnya agar diberikan keselamatan," jelasnya

Sementara itu, Camat Cepiring, Helyudin mengatakan bahwa kegiatan sedekah laut ini merupakan warisan budaya yang rutin dilakukan. Menurutnya dalam tradisi ini mengandung nilai-nilai leluhur yang patut dijaga dan dilestarikan.

"Sedekah laut ini bisa menjadi ajang rekreasi bagi warga desa ini maupun desa sekitar karena acara ini hanya dilakukan satu tahun sekali," pungkasnya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved