Fokus : Kawal Ketat Firli dan Produk Revisi UU KPK

DPR RI telah menyetujui disahkannya Revisi Undang Undang KPK pada Selasa (17/9) melalui Rapat Paripurna DPR.

Fokus : Kawal Ketat Firli dan Produk Revisi UU KPK
tribunjateng/bram/cetak
Tajuk ditulis oleh wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda 

Oleh Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

DPR RI telah menyetujui disahkannya Revisi Undang Undang KPK pada Selasa (17/9) melalui Rapat Paripurna DPR.

Terdapat sejumlah pasal baru yang menjadi sorotan, di antaranya pembentukan Dewan Pengawas, kewenangan KPK untuk menghentikan perkara (SP3), dan perubahan status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Penambahan pasal baru tersebut oleh sejumlah pihak dikhawatirkan akan melemahkan peran KPK dalam upaya pemberantasan korupsi di republik ini.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa dasar. Harapan publik atas pemberantasan korupsi dari lembaga anti rasuah itu masih sangat besar, di tengah keraguan publik pada lembaga-lembaga lain atas komitmennya meraih cita-cita Indonesia bebas korupsi.

Namun, fakta logis bahwasannya KPK bukanlah malaikat yang tak bersinggungan dengan hawa nafsu.

Meskipun sudah ada ketentutan ketat terkait etika pada orang di dalamnya, tentu ada peluang ruang sebagai seorang manusia biasa yang memiliki tujuan hidup.

Terlepas tujuan hidup itu ada yang positif dan negatif.

Harapan kita semua orang di KPK tujuannya diyakini positif. Akan tetapi, untuk mencapai target tujuan hidup, masing-masing pasti memiliki kepentingan untuk membidik tujuan dengan jalan masing-masing.

Terlebih, baru-baru ini muncul kabar adanya perpecahan dalam tubuh KPK. Hal ini tentu menjadi pertanyaan tersendiri, bagaimana bisa menyelesaikan masalah lebih besar sementara dalam rumahtangganya sendiri belum dapat terselesaikan?

Halaman
12
Penulis: m nur huda
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved