Jika Amerika Atau Saudi Menyerang, Iran Siap Perang Habis-habisan

Iran berharap bisa menghindari konflik, dan siap berdialog dengan rivalnya di Timur Tengah

Jika Amerika Atau Saudi Menyerang, Iran Siap Perang Habis-habisan
AFP/FAYEZ NURELDINE
Juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi Kolonel Turki al-Maliki menunjukkan serpihan rudal penjelajah dan drone dari Iran yang diamankan dari kilang minyak Aramco di Abqaiq dan Khurais yang jadi lokasi serangan. Saudi langsung mengarahkan telunjuknya ke Iran sebagai pelaku serangan pada Sabtu dini hari (14/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan "perang habis-habisan" jika Amerika Serikat (AS) atau Arab Saudi menyerang.

Kepada CNN Kamis (19/9/2019), Zarif menuturkan mereka berharap bisa menghindari konflik, dan siap berdialog dengan rivalnya di Timur Tengah seperti Saudi atau Uni Emirat Arab.

Tapi dia menyebut kecil kemungkinan saat ditanya kans bertemu AS.

Kecuali, Washington mencabut sanksi dan mematuhi perjanjian nuklir 2015.

Zarif menegaskan Iran sama sekali tidak terlibat dalam serangan terhadap dua fasilitas kilang minyak yang dimiliki Saudi, Aramco, akhir pekan lalu.

AS melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyebut Iran bertanggung jawab dalam serangan menggunakan gabungan 25 drone serta rudal penjelajah itu.

Zarif menyatakan kelompok pemberontak Yaman, Houthi yang didukung oleh Teheran, sebagai pelaku serangan di kilang minyak Abqaiq dan Khurais.

Dia menerangkan kemampuan militer yang dipunyai Houthi telah berkembang sehingga mampu untuk melaksnakan operasi seperti menyerang Aramco.

Tetapi saat diminta untuk membuktikan ucapannya, menlu 59 tahun itu mengaku tak mempunyai bukti Houthi yang menggunakan drone serta rudal.

"Saya tidak punya kewenangan untuk itu."

Halaman
123
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved