Perlambatan Kredit Tekan LDR Perbankan

Rasio likuiditas perbankan mulai melandai. Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2019 mencatat loan to deposit ratio (LDR)

Perlambatan Kredit Tekan LDR Perbankan
TRIBUNJATENG/M SOFRI KURNIAWAN
Sosialisasi Program Penjaminan Simpanan dan Tingkat Kepatuhan Bank Peserta Penjaminan yang digelar oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Shamrock Ballroom Hotel MG Setos, Jalan Inspeksi Gajahmada, Kota Semarang, Rabu (22/03/2017). 

JAKARTA, TRIBUNJATENG.COM - Rasio likuiditas perbankan mulai melandai. Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2019 mencatat loan to deposit ratio (LDR) bank turun ke level 93,81 persen, dari bulan sebelumnya di angka 94,28 persen.

Penurunan itu karena pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir Juli 2019 sebesar 9,58 persen secara year on year (yoy), melandai dari bulan sebelumnya di angka 9,92 persen yoy.

Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) perbankan mulai tumbuh menyentuh 8,01 persen yoy per Juli 2019. Lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 7,42 persen yoy.

"Adanya perbaikan pertumbuhan DPK pada Juli lalu memberikan tambahan ruang likuiditas dan mengurangi gap pertumbuhan dengan kredit pada sebagian kelompok bank," ujar Samsu Adi Nugroho, Pjs Direktur Grup Surveilans dan Stabilitas Sistem Keuangan LPS, Senin (16/9).

Meski demikian, ke depan LPS memandang laju pertumbuhan kredit bakal membaik sejalan dengan langkah pelonggaran pada kebijakan Giro Wajib Minimum (GWM), dan penurunan suku bunga moneter dalam dua bulan terakhir.

Sampai akhir 2019, Samsu menuturkan, pertumbuhan kredit dan DPK diperkirakan akan mencapai kenaikan masing-masing 11,7 persen dan 7,4 persen.

Sejumlah bankir sepakat laju kredit kian melambat ketimbang pertumbuhan DPK. Ambil contoh, Bank Tabungan Negara (BTN) yang per Agustus 2019 mencatatkan LDR di posisi sekitar 109 persen.

Meski terbilang tinggi, Direktur Kepatuhan BTN, Mahelan Prabantarikso, mengatakan, posisi itu sudah turun dibandingkan dengan periode sama tahun lalu mencapai 111,23 persen.

Likuiditas aman

Ia menegaskan, pihaknya tidak memiliki masalah likuiditas. Sebab, pada September 2019 BTN mempunyai rencana transaksi sekuritisasi aset sebesar Rp 2 triliun untuk menambah amunisi pendanaan.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved