Belum Kapok Juga, Residivis Pengguna Sabu Kembali Ditangkap Polisi, Beli Lewat Napi Rutan Salatiga

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono dalam gelar perkara mengatakan, kedua tersangka diketahui merupakan residivis tindak pidana narkotika.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono saat menginterogasi tersangka tindak pidana narkotika, dalam gelar perkara di Mapolresta Salatiga, Jumat (20/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Satres Narkoba Polres Salatiga menangkap dua orang penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Jalan Pramuka Nomor 61 Krajan RT 08 RW 05 Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga pada 14 September 2019.

Pertama adalah Angga Kusman Saputra (29) warga Jalan Kalisari Nomor 35 RT 07 RW 06 Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

Lalu yang kedua, Chramsye Nikijuluw alias Ance (29) yang berdomisili di Jalan Cemara, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono dalam gelar perkara mengatakan, kedua tersangka diketahui merupakan residivis tindak pidana narkotika.

Mereka kala itu ditangkap lantaran terbukti memakai sabu.

"Mereka baru saja keluar dari penjara sekitar sebulan lalu."

"Penangkapan berawal dari laporan masyarakat yang melaporkan bahwa rumah di Jalan Pramuka Nomor 61 sering digunakan untuk pesta narkotika," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Mapolresta Salatiga, Jumat (20/9/2019).

Menurut AKBP Gatot, keduanya berdasarkan pengakuan kepada petugas terbiasa mengkonsumsi sabu.

Barang haram itu mereka pesan kepada seorang narapidana di Rutan Kelas IIB Kota Salatiga melalui pesan Whatshapp.

Ia menambahkan, menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, anggota Satres Narkoba Polres Salatiga melakukan penyelidikan.

Saat dilakukan penangkapan, keduanya tengah asyik mengkonsumsi sabu.

"Turut diamankan petugas sejumlah barang bukti. Ada sepaket sabu, selembar kertas bukti transfer rekening bank sebesar Rp 500 ribu," katanya.

Kapolres Salatiga menegaskan, atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan Pasal 132 Ayat 1 jo Pasal 114 Ayat 1 subsider Pasal 112 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Mereka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda sebesar maksimal Rp 10 miliar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved