Debit Air PDAM Kabupaten Tegal Makin Menurun, Alternatifnya Coba Gandeng Ilmuwan Tanah Asal UGM

Debit air untuk melayani kebutuhan pelanggan PDAM Kabupaten Tegal mulai mengalami penurunan hingga 15 persen.

Debit Air PDAM Kabupaten Tegal Makin Menurun, Alternatifnya Coba Gandeng Ilmuwan Tanah Asal UGM
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Pelanggan melakukan pembayaran tagihan air di kasir PDAM Kabupaten Tegal, Jumat (20/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Debit air untuk melayani kebutuhan pelanggan PDAM Kabupaten Tegal mulai mengalami penurunan.

Hal itu menyusul berlangsungnya puncak musim kemarau pada September 2019 ini.

Presentasi penurunan debit air pada musim kemarau ini antara 10 hingga 15 persen.

Kabid Hubungan Langganan PDAM Kabupaten Tegal, Puguh Hangudiya menuturkan, turunnya debit air mengakibatkan air yang dikelola dan didistribusikan ke pelanggan mengalami hambatan.

Menurutnya, turunnya debit air disebabkan karena sumber mata air di Kabupaten Tegal kian terbatas.

Sejauh ini, pihaknya telah mengelola dan mendistribusikan ke pelanggan sebanyak 400 liter.

"Idealnya, 400 liter untuk 40 ribu pelanggan. Namun saat ini, pelanggan PDAM Kabupaten Tegal mencapai 43 ribu."

"Dengan kelebihan jumlah pelanggan, kondisi pun kian diperparah dengan menurunnya debit air di musim kemarau," kata Puguh kepada Tribunjateng.com, Jumat (20/9/2019).

Menurut dia, kelebihan 3 ribu pelanggan akan disiasati pihak PDAM melalui proyek jaringan perpipaan baru yang didanai APBN Tahun 2019.

Apabila proyek itu rampung, kata Puguh, debit air akan bertambah sebanyak 80 liter.

Halaman
12
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved