Ganjar Pranowo Gandeng Gojek Wujudkan Provinsi Cerdas Jateng

Provinsi Jawa Tengah memiliki peraturan daerah tentang provinsi cerdas (smart province).

Ganjar Pranowo Gandeng Gojek Wujudkan Provinsi Cerdas Jateng
ISTIMEWA
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (kanan) bersama CEO Gojek Nadiem Makarim di Kantor Pusat Gojek di Jakarta, Jumat (20/9/2019 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Provinsi Jawa Tengah memiliki peraturan daerah tentang provinsi cerdas (smart province).

Untuk mengimplementasikannya, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menggandeng Gojek.

Apa yang telah dilakukan dan dicapai Gojek, lewat platform- platform yang tersedia bisa disinergikan dengan konsep provinsi cerdas.

"Apa yang dilakukan kawan- kawan di Gojek ini sangat menginspirasi, karena bisa menyelesaikan banyak persoalan," kata Ganjar saat berkunjung ke Kantor Pusat Gojek di Kawasan Blok M Jakarta, dalam keterangan tertulis, Jumat (20/9/2019).

Menurutnya, untuk mempermudah dalam penerapan perda tersebut, maka dibutuhkan kerjasama dengan startup decacorn itu.

"Prinsipnya kan untuk menerapkan sistem pelayanan mudah, murah, dan cepat. Juga seiring perkembangan zaman, digitalisasi tidak akan terhindarkan," ujarnya.

Seluruh konsep smart province, kata dia, diterapkan dengan basis Informatika dan Teknologi (IT).

Konsepnya meliputi lingkungan tempat tinggal yang layak (smart society), harmonisasi tata ruang (smart living), sekaligus sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat (smart economy).

Selain itu, untuk peningkatan daya tarik wisata (smart branding), pengembangan tata kelola hutan, sampah, limbah, energi (smart environment), dan pelayanan publik yang mudah, murah, cepat, dan tuntas (smart government).

Saat ini Gojek telah menjalin kerja sama dengan Trans Semarang serta pembayaran pajak.

CEO Gojek, Nadiem Makarim, mengatakan banyak hal yang bisa direlasikan antara Provinsi Jawa Tengah dengan Gojek.

"Yang paling memungkinkan adalah sektor UMKM, transportasi, tiket wisata, promosi kalender event dan pajak," jelasnya.

Terlebih, kekuatan Gojek di Jawa Tengah juga cukup besar karena telah menggandeng kemitraan dengan 30 ribu UMKM, 100 ribu goride dan 30 ribu gocar.

Juga didukung dengan banyaknya transaksi yang dilakukan. Per-Agustus ini sudah ada 4,1 juta transaksi.(mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved