Kampung Situnggul Desa Pesarean Tegal Masuk Nominasi 9 Titik Lomba Hari Habitat 2019 Tingkat Jateng

Kampung Situnggul di Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal akhirnya masuk nominasi sembilan (9) titik pada Lomba Habitat 2019 tingkat

Kampung Situnggul Desa Pesarean Tegal Masuk Nominasi 9 Titik Lomba Hari Habitat 2019 Tingkat Jateng
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Bupati Tegal Umi Azizah saat menyambut tim penilai di Balai Desa Pesarean Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kampung Situnggul di Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal akhirnya masuk nominasi sembilan (9) titik pada Lomba Habitat 2019 tingkat Jawa Tengah (Jateng).

Hal itu diketahui saat tim juri dari Dinas Permukiman (Disperkim) Jateng tiba ke balai Desa Pesarean pada Jumat (20/9/2019) siang ini.

Adapun kedatangan para tim juri dari provinsi itu langsung disambut Bupati Tegal Umi Azizah.

"Saya optimis bisa meraih juara. Selain Pesarean sebagai daerah industri logam, di sini juga ada makam Amangkurat pertama," Kata Umi kepada tim penilai.

Menurut Umi, Pesarean masuk perhatian khusus dari beberapa titik pemukiman kumuh di Kabupaten Tegal yang sedang dalam target penataan.

Meriahnya Perayaan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke 64 di Alun-alun Bung Karno Ungaran

Polwan Senior dan Paling Junior di Polres Purworejo Terima Suap dari AKBP Indra K Mangunsong

Puluhan Massa PMII Kudus Demo di Depan Kantor DPRD, Ini Tuntutannya

Kementrian ESDM Resmikan 3 Sumur Bor di Kendal, Bisa Cukupi Kebutuhan Air 33.257 Jiwa

Umi juga menjelaskan, sudah banyak upaya yang ditempuh untuk menciptakan lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman.

Dari mulai, kata dia, pemberian jamban keluarga sehat sampai bantuan kepada Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

"Jangan sampai yang sudah dibangun tidak dijaga dan disalahgunakan," himbau Umi.

Lebih lanjut, Umi juga menyampaikan terimakasih kepada tim juri karena sudah bersedia berkeliling menilai.

"Iktihar kita semoga pesarehan menjadi desa jujugan wisata dan menjadi desa dengan lingkungan yang nyaman," pungkas Umi

Sementara, Perwakilan Tim Juri, Hendi Harcahyo mengatakan, beberapa catatan, salah satunya perihal saluran air.

"Air adalah sesuatu yang membutuhkan ruang. Ketika air tidak dapat ruang, air akan meluap.

Itu yang perlu diperhatikan dalam menata wilayah kumuh," katanya. (Tribunjateng/gum)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved