Pakai Scanner 3D, Polisi Dapati Fakta Ambulans yang Kecelakaan di Tol Tegal Terseret 200 Meter

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jateng melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas maut yang terjadi di ruas Tol

Pakai Scanner 3D, Polisi Dapati Fakta Ambulans yang Kecelakaan di Tol Tegal Terseret 200 Meter
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Tim TAA Polda Jateng bersama Satlantas Polres Tegal sedang melakukan olah TKP di Ruas Tol Tegal KM 300+400, Jumat (20/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jateng melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas maut yang terjadi di ruas Tol Tegal KM 300+400, Jumat (20/9/2019) siang ini.

Seperti diketahui, kecelakaan maut itu melibatkan mobil Ambulan pengantar jenazah Grand Max B 8702 CW dengan Truck Hino B 9562 UIU di jalur A ke arah Semarang pada Kamis (19/9/2019) pukul 17.00 WIB kemarin.

Lokasi kecelakaan itu tepat berada di ruas Tol Pejagan - Pemalang KM 300+400, Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal.

Tim TAA Polda Jateng melakukan pengukuran manual dengan peralatan scanner tiga dimensi untuk mengetahui titik awal hingga takhir terjadinya kecelakaan.

Kasubdit Gakum Ditlantas Polda Jateng AKBP Agung Aris menjelaskan, dari hasil pengukuran sementara, mobil ambulan yang mengangkut jenazah itu ternyata sempat terseret sepanjang 200 meter.

"Hasil dari scanner tiga dimensi ini nantinya akan ditampilkan dalam bentuk animasi.

Sehingga bisa diketahui berapa kecepatan mobil ambulan saat menabrak truk tersebut," jelas AKBP Agung saat berada di TKP kepada Tribunjateng.com, Jumat (20/9/2019).

Mobil terseret, tambah Agung, saat bagian depan minibus tersebut menyangkut pada buritan truk yang tengah melaju.

Seperti diketahui, dugaan sementara penyebab terjadinya kecelakaan karena mobil ambulan itu oleng dari lajur kanan karena kehilangan kendali.

Akibatnya, mobil ambulan itu menabrak bagian belakang truk yang sedang melaju di lajur kiri ke arah Semarang.

"Kini, Satlantas Polres Tegal juga masih memintai keterangan saksi yakni sopir truk.

Tim TAA juga akan memeriksa kondisi mobil ambulan, apakah mengalami masalah pada masalah pengeraman atau tidak," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut antara mobil ambulan vs truk hino itu menyebabkan lima jiwa tewas.

Semua korban jiwa itu adalah pengemudi dan para penumpang mobil ambulan yang diketahui hendak ke Kabupaten Klaten.

Dari jumlah korban meninggal dunia, empat (4) jiwa di antaranya tewas seketika di TKP dan satu (1) jiwa sisanya meninggal di RS Siaga Medika Pemalang karena mendapati luka cukup parah di bagian kepala pada Kamis (19/9/2019) malam kemarin. (Tribunjateng/gum).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved