TP4D Kejari Brebes Cek Hasil Proyek Milik DPU Senilai Rp 180 Miliar, Ini Hasilnya

Selain mengecek langsung hasil pekerjaan, TP4D bersama Inspektorat juga melakukan wawancara dengan pekerja, rekanan pelaksana dan konsultan pengawas

TP4D Kejari Brebes Cek Hasil Proyek Milik DPU Senilai Rp 180 Miliar, Ini Hasilnya
Tribunjateng.com/M Zaenal Arifin
Tim gabungan dari TP4D Kejari Brebes bersama Inspektorat Brebes melakukan pengecekan hasil proyek yang sudah selesai 100 persen, Jumat (20/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Sejumlah proyek pekerjaan milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes telah selesai.

Untuk memastikan tidak ada penyimpangan, Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Brebes melakukan sidak pengecekan hasil proyek-proyek tersebut, Jumat (20/9/2019).

Ketua TP4D Kejari Brebes, Hardiansyah mengatakan, sidak dilakukan terhadap proyek yang sudah selesai 100 persen. Totalnya ada 59 paket proyek yang dicek TP4D bersama dengan Inspektorat Kabupaten Brebes.

"Satu demi satu proyek kami cek apakah sudah sesuai SOP. Mulai pengecekan material, campurannya, kualitas, spek, hingga papan papan nama informasi proyek. Kenapa kami cek, kami ingin memastikan tidak ada kesalahan dalam pekerjaan itu," kata Hardiansyah.

59 paket proyek yang dicek di antaranya pekerjaan peningkatan jalan dan talud di wilayah Padasugih, Sigempol, Pandansari, Sawojajar dan Desa Cimohong.

Selain mengecek langsung hasil pekerjaan, TP4D bersama Inspektorat juga melakukan wawancara dengan pekerja, rekanan pelaksana dan konsultan pengawas. Hal itu untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dalam kontrak kerja.

"Ini tidak lain untuk memastikan pengerjaan proyek pembangunan yang ada di Brebes, khususnya di bawah DPU, bisa berjalan dengan maksimal," jelasnya.

Dikatakannya, 59 paket proyek pekerjaan fisik milik DPU Brebes tersebut menelan anggaran mencapai Rp 180 miliar. Sejak awal pelaksanaan proyek, TP4D Kejari Brebes telah melakukan pendampingan dan pengawasan. Dengan begitu, dapat meminimalisir penyimpangan yang berdampak hukum.

Selain menghindari masalah hukum, lanjutnya, dengan dimaksimalkannya pekerjaan oleh rekanan, maka manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Serta, tidak perlu lagi ada ketakutan dari pejabat pembuat komitmen (PPKom) dalam menjalankan pembangunan.

"Jumlah pekerjaan yang minta pendampingan TP4D pada 2019 ini mengalami peningkatan signifikan seiring tingkat kepercayaan dinas terkait dalam melaksanakan pembangunan proyek yang bersinergi dengan Inspektorat," lanjutnya.

Sementara itu, perwakilan Inspektorat Kabupaten Brebes, Wiryawan Hadi mengatakan, sidak dilakukan sebagai upayanya dalam mengawasi pembangunan yang ada di Kabupaten Brebes agar berjalan dengan baik dan maksimal.

Dalam pelaksanaannya, proyek yang disidak tak hanya pembangunan jalan saja tetapi juga pembangunan lainnya, di antaranya talut, saluran irigasi, dan lainnya. Hal itu untuk memastikan seluruh proyek pekerjaan dilaksanakan sesuai sesuai prosedur dan spesifikasi.

"Selama pengecekan, kami juga mengukur ketebalan misal untuk proyek jalan serta komponen bahan materialnya. Alhamdulillah, kami tak menemukan proyek yang bermasalah. Kalau ada, akan kami tegur agar dilakukan perbaikan," ucapnya.

Sidak pengecekan hasil proyek milik DPU Brebes tersebut dilakukan oleh beberapa tim selama beberapa hari. Setiap tim mendapat tugas terpisah mengecek proyek yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Brebes. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved