Breaking News:

UPADATE: Pria Misterius Bertopeng Pencium Wanita Tidur, Harta Korban Sama Sekali Tak Diusik

Biasanya pencuri menyatroni rumah korban ambil harta bendanya. Namun di Purworejo ada pelaku masuk rumah kemudian menciumi wanita

Tribunjogja.com | Andrea Desca
Desa Kroyo, Kecamatan Gebang, Purworejo, Jawa Tengah dibikin was-was dengan aksi pria misterius yang masuk rumah warga. 

TRIBUNJATENG.COM -- Biasanya pencuri menyatroni rumah korban ambil harta bendanya. Namun di Purworejo ada pelaku masuk rumah kemudian menciumi wanita yang terlelap tidur tanpa ambil hartanya.

AKSI seorang pria berpenutup muka ala ninja atau bersebo membuat penasaran warga Purworejo, Jawa Tengah.

Seorang perangkat Desa Kroyo, Kecamatan Gebang, Nunik Kurniasih, mengatakan pelaku beraksi di rumah beberapa warga di RW 1 dan RW 3.

"Rumah saya juga dicoba dimasuki. Tapi pas itu ada suami di rumah. Suami sudah merasa ada orang di luar rumah. Pas listrik dimatikan, lampu di rumah ada yang tidak ikut mati," katanya.

Sang suami melihat pelaku pakai sarung untuk penutup kepala, bercelana pendek, dan tidak bersandal.

"Kami bingung juga, mau teriak maling kok gak ada yang diambil. Waktu ngga bisa buka pintu, pelaku lalu pergi," ujarnya, Kamis (19/9).

Kejadian itu seingatnya berlangsung di sekitar bulan puasa tahun ini.

Ia bersyukur ada lampu darurat di rumahnya sehingga kondisi rumah tidak langsung gelap gulita ketika listrik dimatikan pelaku dari luar.

"Kalau misal orang lagi tidur, lalu mati lampu dan gelap kan bikin takut.

Nah, mungkin ada korban yang ketakutan dari situ, padahal pelaku belum masuk. Ia baru matikan listrik," kata Kepala Urusan Keuangan Desa Kroyo itu.

Menurutnya, kejadian ini lebih pada upaya percobaan masuk rumah tanpa izin.

"Jadi saya harap, bisa diluruskan, bukan sampai masuk kamar dan megang-megang gitu.

Mungkin saja pelaku pernah berhasil masuk, tapi kemudian ketahuan pemilik rumah. Karena takut, pemilik rumah berteriak," katanya.

Terkait adanya warga yang melapor ke polisi, hal tersebut disebutnya lebih agar warga lain waspada.

Untuk mengungkap kasus itu jajaran Polsek Gebang telah menurunkan anggotanya.

Kapolsek Gebang AKP Suprihadi mengatakan, pihaknya menerima laporan kasus itu sekira dua minggu yang lalu.

"Kami bersama anggota lakukan cek tempat kejadian perkara. Kami menemukan jejak kaki bekas orang memanjat di tembok.

Namun setelah dikonfirmasi ke yang bersangkutan (pemilik rumah), tidak ada barang hilang," kata AKP Suprihadi.

Suprihadi mengakui informasi ini kemudian berkembang di lapangan. Beragam kabar muncul dan meresahkan masyarakat.

"Akhirnya kami bersama polres tadi malam (Rabu malam) ke lapangan untuk mengecek kebenarannya.

Sejauh ini, benar ada dugaan mengarah ke pelecehan seksual. Namun hal itu masih dalam penyelidikan," ungkapnya.

Sebanyak 11 orang sudah dikonfirmasi menjadi korban.

"Rata-rata mengatakan begitu aksi itu ketahuan pelaku langsung kabur. Beberapa korban tidak mengunci pintu sehingga pelaku bisa masuk," katanya.

Menurutnya, ada korban yang merasa dicium saat tertidur.

"Mengenai korban yang diraba, belum ada laporan masuk. Kalau dari Pak Lurah, ada laporan indikasi awal pelecehan seksual, namun fakta konkretnya belum disampaikan," kata Suprihadi.

Atas kejadian ini Suprihadi mengimbau masyarakat tidak resah. "Jangan terlalu ditanggapi. Silakan beraktivitas seperti biasa," tutupnya. (tribunjogja/nto)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved