Nikmatnya Tonseng Bebek Cak Gondrong Pekalongan Yang Dimasak Tanpa Penyedap Rasa
Di Warung Tongseng Cak Gondrong ini kuliner tersebut tidak menggunakan micin atau penyedap rasa.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: galih pujo asmoro
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Tongseng biasanya menggunakan daging kambing sebagai bahan utama.
Namun tidak demikian dengan tongseng Cak Gondrong di Desa Purwodadi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.
Pria bernama asli Kushendarto (37) itu justru malah membuka warung tongseng bebek.
Karena keunikannya itu, warung di jalur alternatif Sragi-Bojong itu hampir tiap hari dipenuhi pembeli.
Tak ubahnya seperti tongseng berbahan daging kambing, tongseng Cak Gondrong juga disajikan dengan mentimun, bawang bombai, dan tomat.
Sementara daging bebeknya dipotong kecil-kecil.
Aroma rempah cukup tajam serta rasanya juga agak pedas.
Saat Tribunjateng.com, mencicipi makanan tersebut rasanya lezat, tekstur dagingnya lunak sehingga mudah dikunyah.
Yang menarik, di Warung Tongseng Cak Gondrong ini kuliner tersebut tidak menggunakan micin atau penyedap rasa.
"Warung makan ini menyediakan makanan tongseng dari tongseng bebek, entok, dan ayam."
"Semuanya tidak menggunakan penyedap rasa," kata Kushendarto kepada Tribunjateng.com, Minggu, (22/9/2019).
Kushendarto mengungkapkan cara memasak daging bebek agar lunak.
Sebelum bebek dimasak, bebek dipotong beberapa potongan lalu dagingnya diungkep dengan jahe dan daun salam.
Setelah itu, daging bebek dicampur dengan sejumlah bumbu dan rempah-rempah serta ramuan khas Cak Gondrong.
Prosesnya tidak lama, sekitar 30 menit.
Satu porsi tongseng bebek dijual Rp 40 ribu dan Rp 35 ribu untuk tongseng ayam.
Mereka yang jadi langganan, lanjut mantan debt collector itu, berasal dari berbagai kalangan.
Mulai dari masyarakat umum, pegawai negeri sipil, anggota kepolisian, dan lain sebagainya.
"Sudah tiga tahun ini saya buka warung, alhamdulillah selalu ramai," tambahnya.
Untuk menjaga kepuasan konsumen, Cak Gondrong selalu menanyakan apakah ada komplain dari pelanggan.
Sejauh ini, sambung dia, belum ada pelanggan yang tak puas dengan tongseng di warungnya.
Hal itu diakui satu di antaranya pelanggannya, Shinanta Previta Anggraeni.
Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan itu mengaku cukup sering makan tongseng bebek Cak Gondrong.
Ia tak sendiri.
Biasanya, Previta datang bersama sang suami.
"Rasanya enak dan harganya sangat terjangkau."
"Tongseng Cak Gondrong tak kalah dibanding makanan di restoran," ucapnya. (Indra Dwi Purnomo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tongseng-bebek.jpg)