Airport Corner

Bandara Semarang : Nurdin Pilih Tunggu Pesawat di Rumah

warga Kudus, itu mengaku telah datang ke Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang namun penerbangannya ditunda akibat adanya asap kebakaran hutan

Bandara Semarang : Nurdin Pilih Tunggu Pesawat di Rumah
Kompas.com/Prasetyo Eko P
Ilustrasi ruang tunggu 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Seorang penumpang pesawat, Nurdin (42) menceritakan pengalamannya di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang saat hendak ke tujuan Pontianak, lebih memilih menunggu penerbangan di rumah.

Sebelumnya, warga Kudus, itu mengaku telah datang ke Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang namun penerbangannya ditunda akibat adanya asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Nurdin sedianya akan menumpang pesawat ke Pontianak pada Senin (16/9). Namun akibat asap Karhutla, penerbangannya harus ditunda selama dua hari.

"Jadwalnya berangkat Senin (16/9) pukul 10.00 tetapi ditunda jadi Rabu (18/9). Rabu seharusnya terbang pukul 10.00 tetapi kembali ditunda jadi pukul 16.00," kata Nurdin, Rabu (18/9) lalu.

Ia sempat mencoba meminta refund tiket yang telah dibelinya. Namun, penundaan yang disebabkan karena bencana alam, maskapai tidak bisa memberikan uang pengganti secara penuh.

"Pinginnya kita, minta ganti uang terus kita gunakan untuk membeli tiket kapal laut tetapi tidak boleh," ucapnya.

Bersama delapan rekannya, ia akhirnya memilih kembali ke rumah sambil menunggu jadwal penerbangan yang baru.

Ia berangkat ke Pontianak bersama kawan-kawannya untuk bekerja.

Nurdin memilih kembali pulang, meski pihak Bandara membolehkan calon penumpang menunggu di Bandara.

Pengelola Bandara juga menyediakan selimut bagi calon penumpang yang bermalam di Bandara.

"Kalau ditunda cuma beberapa jam atau sehari mungkin bisa menunggu di sini. Tetapi kami ditunda sampai dua hari, jadi kami pulang saja karena tidak terlalu jauh," ucapnya.

Hingga Rabu (18/9) lalu, tercatat 68 penerbangan dari dan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani mengalami penundaan dan pembatalan. Penerbangan tersebut meliputi tujuan dari asal Sumatera dan Kalimantan serta rotasi setelahnya. (jam)

Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved