Soal 7 Kepala Sekolah di Jateng yang Terpapar Radikalisme, Ganjar: Terus Kami Pantau

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan, Pemprov Jateng terus memantau adanya 7 kepala sekolah di Jateng yang diduga terindikasi radikalisme.

Soal 7 Kepala Sekolah di Jateng yang Terpapar Radikalisme, Ganjar: Terus Kami Pantau
Tribun jateng/akbar hari mukti
Gubernur jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan kuliah perdana di Balairung Universitas PGRI Semarang, Senin (23/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan, Pemprov Jateng terus memantau adanya 7 kepala sekolah di Jateng yang diduga terindikasi radikalisme.

"Kami terus memberikan edukasi deradikalisasi, dan terus kami pantau," ungkap Ganjar seusai mengisi kuliah perdana di Universitas PGRI Semarang, Senin (23/9/2019).

Menurut Ganjar, pemberian edukasi terkait deradikalisasi ini penting, agar para pendidik yang diduga terpapar radikalisme kembali ke Pancasila.

Apalagi dari data yang ia pegang, isu radikalisme yang dihembuskan ke para siswa tersebut disisipkan dalam materi pelajaran juga pada ekstrakulikuler sekolah.

"Sifatnya kita bina mereka menggunakan program deradikalisasi," jelasnya.

Ia berharap setelah dibina secara masif dan kontinyu, para pendidik ini tak lagi terpapar radikalisme. Namun jika tak mau berubah, ada sanksi tegas yang disiapkan hingga pemecatan.

Sehingga pada akhirnya tidak menularkan ajaran tersebut ke generasi muda di Indonesia.

"Artinya semoga mereka mau kembali ke nilai-nilai yang sesuai dengan Pancasila," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri, menjelaskan bahwa tak semuanya dari ketujuh pendidik yang terpapar radikalisme berstatus sebagai kepala sekolah.

Namun ada juga yang tidak berstatus kepsek.

"Ada juga yang status sebenarnya ialah guru biasa," terangnya via sambungan telepon.

Saat disinggung terkait pendidik yang terpapar radikalisme tersebut dari sekolah mana dan sekolah jenjang apa, Jumeri enggan menjawabnya.

Namun, Jumeri menuturkan pihaknya terus ikut memberikan edukasi deradikalisasi agar para pendidik kembali ke Pancasila.

"Pokoknya kita beri pemahaman deradikalisasi," ungkap dia. (Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved