Tolak RUU Pertanahan, Puluhan Mahasiswa di Salatiga Gelar Demonstrasi

Adanya beragam masukan dan kritik disampaikan dalam 5 tahun terakhir ini tidak ditanggapi serius pemerintah sehingga menimbulkan krisis agraria

Tolak RUU Pertanahan, Puluhan Mahasiswa di Salatiga Gelar Demonstrasi
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Puluhan mahasiswa saat menggelar aksi demontrasi penolakan RUU Pertanahan di Kota Salatiga, Senin (23/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Puluhan mahasiswa Kota Salatiga yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Untuk Demokrasi (SMUD) menggelar aksi demontrasi menolak adanya pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat terutama kalangan petani.

Koordinator SMUD Fatkhurrohman mengatakan aksi tersebut juga sekaligus menyambut peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2019 yang jatuh pada 24 September mendatang.

Ia menilai hingga akhir periode pemerintahan 2014-2019, realisasi reforma agraria tidak berhasil dijalankan.

“Hak-hak petani atas tanah masih diabaikan. Janji redistribusi tanah 9 juta hektare penyelesaian konflik agraria dan perbaikan ekonomi serta produksi petani dalam kerangka reforma agraria tak kunjung diterima petani,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Senin (23/9/2019)

Menurut Fatkhurrohman hal paling mengecewakan dari agenda reforma agraria  yang diperjuangkan sekira hampir 59 tahun oleh petani dan gerakan reforma agraria banyak diselewengkan pemerintah.

Adanya beragam masukan dan kritik disampaikan dalam 5 tahun terakhir ini tidak ditanggapi serius pemerintah sehingga menimbulkan krisis agraria.

Ia menambahkan buktinya sampai sekarang masih terdapat tanah petani, wilayah adat, kampung nelayan, tanah garapan buruh tani, dan rakyat miskin lainnya diambil alih secara paksa secara sepihak oleh pemerintah, dan perusahaan yang juga dilegitimasi keputusan pemerintah.

“Bahkan tetap menggunakan cara-cara lama, melibatkan tentara dan polisi untuk merepresi dan menggusur tanah masyarakat dengan mengatasnamakan pembangunan dan atau proyek strategis nasional,” katanya

Hal tersebut kata dia semakin parah dengan situasi krisis agraria saat ini pemerintah dan DPR yang membahas RUU Pertanahan dimana justru tidak menguntungkan masyarakat kecil.

Karenanya dia mengajak semua pihak bergerak bersama dan menolak usulan rencana pengesahan RUU Pertanahan.

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved