Pemkab Demak Bentuk Sekolah Tahan Bencana di SMPN 1 Demak
Pemerintah Kabupaten Demak membentuk sekolah aman bencana di SMPN 1 Demak, Rabu (25/9/2019).
Penulis: Moch Saifudin | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Pemerintah Kabupaten Demak membentuk sekolah aman bencana di SMPN 1 Demak, Rabu (25/9/2019).
Bupati Demak, M Natsir mengatakan, Demak merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang rawan bencana banjir, rob dan angin puting beliung.
Hal ini dikarenakan letak geografis Kabupaten Demak yang berada di dataran rendah.
"Sebagai manusia, kita tentu saja tidak bisa meniadakan bencana, yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir resiko bencana. Baik dari segi fisik hingga dari sisi perekonomian," ujarnya.
“Kita harus selalu meningkatkan kesiap-siagaan dan kewaspadaan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana yang datangnya secara tiba-tiba. Salah satu langkah yang kita lakukan yaitu dengan menyiapkan warga sekolah tanggap bencana,” imbuh Natsir.
Ia berharap seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Demak dapat menjadi sekolah aman bencana.
”Dengan kegiatan ini saya berharap seluruh warga sekolah dapat meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi bencana alam. Sehingga resiko bencana dapat diminimalisir terlebih bapak ibu telah memiliki pengetahuan, sikap dan tindakan dalam menghadapi bencana,” terangnya.
Ia mengimbau seluruh peserta yang terdiri dari guru IPA, bisa menyampaikan kepada anak-anak didiknya bagaimana cara menjaga ekosistem dan lingkungan yang merupakan salah satu mitigasi bencana atau upaya untuk mengurangi bencana.
”Tidak perlu latihan yang tinggi-tinggi, cukup membiasakan siswa membuang sampah pada tempatnya, mengurangi sampah dan menanam serta merawat pohon merupakan salah satu contoh nyata,” ujarnya.
Sementara Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Eko Pringgo Laksito, meminta agar peserta serius mengikuti pelatihan sekolah tanggap bencana sehingga jika sewaktu-waktu terjadi di sekolah bisa meminimalisir resiko bencana.
”Dengan pembentukan Sekolah Madrasah Aman Bencana ini juga diharapkan, jika di sekolah atau pun di lingkungan terjadi bencana, maka siswanya sudah mengerti tindakan apa saja yang harus dilakukan. Sehingga bisa mengurangi dampak dan jatuhnya korban dari bencana itu,” jelasnya.
Setelah acara tersebut Bupati melaunching produk olahan hasil laut Pantai Morosari Demak. Produk tersebut merupakan buatan siswa SMPN 4 Sayung melalui pembelajaran IPA, berupa stick kerang dan stick udang. (Tribunjateng/Moch Saifudin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemerintah-kabupaten-demak-membentuk-sekolah-aman-bencana-di-smpn-1-demak.jpg)