Penyakit Hipertensi Paling Banyak Dialami Warga Brebes

Tingkat penyakit tidak menular (PTM) di Kabupaten Brebes hingga kini masih tinggi. Dari sekian jenis penyakit tidak menular, penyakit hipertensi

Penyakit Hipertensi Paling Banyak Dialami Warga Brebes
GOOGLE
Ilustrasi Hipertensi. Izin edar obat hipertensi ditarik. Ini penjelasannya 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Tingkat penyakit tidak menular (PTM) di Kabupaten Brebes hingga kini masih tinggi.

Dari sekian jenis penyakit tidak menular, penyakit hipertensi paling banyak dialami warga Brebes.

Kepala Dinkes Kabupaten Brebes, Sartono mengatakan, dari hasil Riset Kesehatan Daerah (RKD) Tahun 2013, tingkat hipertensi di Brebes 6 persen. Angka prevalensi tersebut meningkat pada 2018 menjadi 43,73 persen.

"Kemudian, prevalensi penyakit diabetes dari 1,2 persen menjadi 1,31 persen, penyakit jantung dari 0,3 persen menjadi 1,7 persen dan stroke dari 4,1 per mil menjadi 12 per mil. Untuk 2019 ini, datanya tak jauh beda," kata Sartono, Selasa (24/9/2019).

Meski tidak menular, berbagai jenis penyakit tersebut sangat berbahaya karena menyebabkan kematian. Oleh karena itu, Dinkes Brebes berupaya mengkampanyekan program Cerdik yaitu cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin berolahraga, diet seimbang, istirahat yang cukup dan kelola stres.

"Di Kabupaten Brebes sendiri kecenderungan penyakit tidak menular terus meningkat dan telah mengancam sejak usia muda," ujarnya.

Selain menyebabkan kematian, katanya, berbagai penyakit tersebut tergolong penyakit katastropik. Yaitu penyakit yang berbiaya tinggi dan apabila disertai komplikasi akan mengakibatkan ancaman hingga membahayakan jiwa.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data dari BPJS, penyakit katastropik ini menyedot 25 persen dari jumlah proporsi pembiayaan secara keseluruhan.

Pada kurun waktu 2014-2017, PTM menjadi penyakit katastropik dengan kondisi yang mengkhawatirkan dengan urutan terbesar adalah penyakit jantung berikutnya kanker, gagal ginjal, stroke dan thalassemia.

"Jumlah kasus dan pembiayaan penyakit katastropik dari 2014 hingga 2018 terjadi kenaikan. Pada 2014 terdapat 6.116.535 kasus dengan total pembiayaan sebesar Rp 9,126 triliun. Sedangkan pada 2018, terdapat 19.243.141 kasus dengan jumlah pembiayaan Rp 20,429 triliun," paparnya.

Untuk itu, melalui program Cerdik, diharapkan mampu mengendalikan dan mendeteksi secara dini faktor risiko penyakit tidak menular. Selain itu, juga dapat menggerakkan hati masyarakat Brebes untuk dapat berperilaku hidup sehat.

"Deteksi dini factor risiko dapat mengendalikan prevalensi kejadian PTM serta diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang permasalahan PTM," harapnya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved