Takut Gagal Panen, Petani Bawang di Kota Tegal Pilih Libur Tunggu, Musim Hujan

Namun dua bulan mendatang Oktober dan November, ia harus berhenti bertani bawah merah terlebih dahulu

Takut Gagal Panen, Petani Bawang di Kota Tegal Pilih Libur Tunggu, Musim Hujan
Tribunjateng.com/Fajar Bahruddin Achmad
Panen terakhir di musim kemarau petani bawang merah di Kelurahan Cabawan, Kecamatan Margadana, Kota Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Wajah Tanari (61) tampak sumringah melihat tumpukan bawang merah hasil panen lahannya, Rabu (25/9/2019).

Meski musim kemarau, Tanari petani bawang merah di Kelurahan Cabawan, Kecamatan Margadana, Kota Tegal tersebut, masih bisa menikmati panen keduanya di musim kemarau.

Namun dua bulan mendatang Oktober dan November, ia harus berhenti bertani bawah merah terlebih dahulu.

Tanari mengatakan, pasokan air yang dialirkan di persawahan Kelurahan Cabawan mulai sedikit.

Tinimbang gagal panen, ia memilih untuk libur dua bulan sembari menunggu musim hujan.

"Ini panen kedua kami di musim kemarau. Dari pada rugi, mending nunggu sampai musim hujan di November," kata Tanari kepada tribunjateng.com, Rabu (25/9/2019).

Selain itu, menurut Tanari, harga bawang merah di musim kemarau juga masih anjlok.

Ia mengatakan, sebelum kemarau pada Februari, harga bawang merah perkwintal Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta.

Saat ini harga bawang merah perkwintal Rp 1,1 juta sampai Rp 1,3 juta.

"Kalau untungnya cuma Rp 1,3 juta cuma balik modal, tidak bisa ambil keuntungan," katanya.

Sementara Febri (26), buruh tani di Kelurahan Cabawan mengatakan, ini panen terakhir di musim kemarau.

Karena kondisi air semakin sulit, jadi petani memilih menunggu musim hujan.

"Kami kan panennya dua bulan sekali. Jadi dua bulan terakhir ini, mending sekalian nunggu musim hujan," katanya. (fba)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved